
PRESMEDIA.ID– Provinsi Kepulauan Riau kembali mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,00 persen pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode tersebut mencapai 109,83.
Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Batam sebesar 3,21 persen dengan IHK 110,41. Disusul Kabupaten Karimun sebesar 2,43 persen dengan IHK 108,31.
Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kota Tanjungpinang, yakni 2,16 persen dengan IHK 107,27.
Secara keseluruhan, inflasi y-on-y Kepri pada November 2025 berada di angka 3,00 persen, dengan inflasi year to date (y-to-d) 2,31 persen dan inflasi month to month (m-to-m) 0,23 persen.
Penyebab Kenaikan Inflasi
Margaretha menjelaskan, inflasi November di Kepri dipicu naiknya IHK dari 109,58 pada Oktober menjadi 109,83 pada November.
Kenaikan ini dipengaruhi peningkatan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, seperti Makanan, minuman, dan tembakau naik 4,19 persen Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,79 persen kemudian Kesehatan naik 1,97 persen dan Pendidikan naik 1,37 persen.
Pada kelompk Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga naik 1,01 persen, Transportasi naik 1,51 persen, Pakaian dan alas kaki naik 0,89 persen.
Kemudian, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,18 persen, Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,35 persen, Perawatan pribadi dan jasa lainnya naik signifikan 14,94 persen.
Sementara, satu kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi