Antisipasi Lonjakan Covid, Pemprov Kepri Siapkan BOR Dan Isoter, Masyarakat Diimbau Patuhi Prokes

Kepala dinas Kesehatan Kepri M.BIsri
Kepala dinas Kesehatan Kepri M.Bisri

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah provinsi terus melakukan upaya dalam menekan penyebaran kasus Covid, serta menangani warga yang terpapar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Bisri, mengatakan, selain memperkuat tracing dan Prokes, pemerintah juga menyediakan sebanyak 35 rumah sakit dan 30 tempat isolasi terpadu (Isoter) di Kepri dalam mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Bisri mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 di Kepri sudah terjadi sejak Januari 2022 setelah perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sementara, sebelum momen itu jumlah kasus cenderung melandai.

Oleh karena itu ajaknya, masyarakat dihimbau harus meningkatkan disiplin protokol kesehatan dan vaksinasi dua dosis hingga penguat (Booster) agar terhindar dari paparan Covid-19.

“Varian Omicron sekarang lebih cepat menyebar dibanding Delta. Jadi tingkatkan prokes dan vaksinasi terus kita galakan,” kata Bisri Jumat (18/2/2022).

Antisipasi lain lanjutnya, pemerintah juga terus memantau tingkat ketersedian tempat tidur di Rumah sakit, demikian juga lokasi dan tempat Isolasi mandiri.

“Dari pantauan Satgas, sampai saat ini tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit, baru mencapai 392 unit atau 25,29 persen dari total 1.550 tempat tidur. Sedangkan tingkat keterpakaian tempat tidur isolasi terpadu mencapai 276 unit atau 8,09 persen dari total 3.411 tempat tidur,” jelasnya.

Jumlah ini, lanjut Bisri, tergolong lebih rendah jika dibanding dengan lonjakan kasus aktif saat ini yang mencapai 1.157 orang.

“Pemerintah akan terus berupaya maksimal menekan angka kesakitan dan kematian. Dan masyarakat juga terus dihimbau agar segera vaksin dan taat prokes,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri menyatakan, hingga 17 Februari 2022 total kasus aktif sebanyak 1.157 orang.

Dari jumlah itu, jumlah kasus kota Batam didominasi warga Batam dengan 729 orang, kemudian disusul Tanjungpinang 225 orang, Bintan 89 orang, Karimun 72 orang, Natuna 31 orang, Anambas 10 orang, dan Lingga 1 orang.

Penulis : Ismail
Editor : Redaksi