
PRESMEDIA.ID, Lingga – Antisipasi pertikaian antara nelayan Lingga dan Kapal Sotong di laut, Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Lingga, menggelar pertemuan warga dengan nakhoda kapal Sotong asal Jakarta di desa Belungkur, kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga belum lama ini.
Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Polair), AKP Thomas Charles, mengatakan pertemun yang jug dihadiri pihaknya itu, adalah untuk memastikan tidak adanya pertikaian antara nelayan desa setempat dengan nelayan kapal sotong dari Jakarta dan Karimun yang berlindung di daerah perairan pesisir Lingga akibat cuaca buruk.
“Saya berharap kedepannya dibuat kesepakatan antara nelayan Desa Belungkur, Desa Kerandin dan Desa Pekake dengan nelayan kapal sotong agar tidak terjadinya miss komunikasi,” kata Thomas mewakili Kapolres Lingga.
Thomas juga mengatakan, masyarakat Desa Belungkur, Desa Kerandin dan Desa Pekaka, juga diminta membuat laporan ke Polisi, Jika merasa terganggu dengan keberadaan kapal sotong tersebut yang menggunakan Alat Tangkap Ikan (API) yang diduga tidak sesuai dengan aturan itu.
“Kalau merasa terganggu merasa dirugikan dengan keberadaan kapal sotong ini agar warga melapor ke Polisi. Sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Thomas Charles.
Selain itu, Kasat Polair itu juga meminta, agr para kepala desa dan masyarakat, berperan penting memberikan keamanan di perairan desanya, termasuk pada nelayan kapal sotong yang sedang berlabuh agar tidak terjadi pungli yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan nelayan setempat.
Thomas juga mengimbau kapal sotong, agar menghormati aktivitas Nelayan setempat dengan tidak melakukan pencarian ikan di luar jalur atau batas yang sudah ditentukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, Sejumlah warga Lingga menentang keberadaan kapal Sotong di perairan Lingga itu yang dianggap meresahkan nelayan setempat.
Masyarakat Desa Pesisir Kerandin dan Desa Pekaka Lingga, menyatakan kebradaan aktivitas sejumlah kapal Sotong dari Jawa ddan Karimun di Lingga itu, sangat mengganggu dan meresahkan nelayan setempat.
Sejumlah Kapal yang sebelumnya menangkap Sotong dan kemudian berteduh akibat cuaca buruk itu, lanjutnya berasal dari Jakarta dan Karimun.
Penulis: Aulia
Editor: Redaktur