Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Vonis M Apriandi Percobaan, Hakim Sebut Tuntutan JPU Tidak Miliki Rasa Keadilan

Sidang Politik uang dengan terdakwa M Apriandi
Sidang Politik uang dengan terdakwa M Apriandi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Selain memberikan Vonis 5 bulan penjara tanpa dijalani, dan hukuman percobaan 10 bulan terhadap terdakwa pidana Pemilu caleg Gerindra M Apriandi. Dalam pertimbangan putusanya, Majelis hakim PN Tanjungpinang juga “Menyentil” tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak menunjukan citra Rasa keadilan.

Hal itu tertuang dalam petitum pertimbangan, hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa, pada putusan yang dibacakan Majelis hakim PN Tanjungpinang, Senin (24/6/2019).

Pada pertimbangan dan kesimpulan putusanya, Hakim PN Tanjungpinang Asep Sofiyan Sauri, Santonius Tambunan dan Edward P Sihaloho, menyatakan, tuntutan 3 Bulan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan negeri Tanjungpinang tidak memiliki cita rasa keadilan.

“Serta tidak sesuai dengan fakta hasil pemeriksaan perkara ini sebagai mana yang telah diuraikan dan dipertimbangkan Hakim diatas, yang seharusnya juga dijadikan bahan pertimbangan oleh Jaksa dalam tuntutan pidananya,”ujar Hakim.

Dari Fakta persidanga, kata Asep Sofian Sauri, berdasarkan perhitungan KPU kota Tanjungpinang, hasil perolehan suara terdakwa M.Apriandi pada Pemilu legislatif 2019 kemarin, memperoleh suara terbanyak dan berada diposisi pertama dari Partai Gerindra, yang dinyatakan lolos sebagai anggota DPRD kota Tanjungpinang.

“Dengan demikian, perkara yang dihadapi terdakwa saat ini dipersidangan, dapat menggagalkan terdakwa untuk duduk menjadi anggota DPRD kota Tanjungpinang, dan hal ini akan menjadi sanksi hukum yang akan dialami oleh terdakwa,”sebutnya.

Hakim juga menyinggung, kentalnya nuansa politik pada kasus yang dihadapi terdakwa, sebagai mana yang dikatakan terdakwa dalam pledoi pembelaanya, kendati secara fakta yuridis belum dapat dibuktikan, dan hal itu mejadi pertimbangan bagi Majelis Hakim dalam memberikan putusan hukum, terhadap pemidaan terdakwa.

Adapun hal-hal yang memberatkan perbutan terdakwa, sebut Hakim, mencedrai proses demokrasi Pemilu 2019 dan tidak memberikan pendidikan Politik pada masyarakakat. Sedangkan hal-hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan, dan belum pernah dipidana.

“Terdakwa juga merupkan orang tua tunggal yang mengasuh seorang anak berusia 8 tahun dan masih membutuhkan kehadiran dan kasih sayang dari terdakwa,”ujarnya.

Terhadap pemberian pidana atas kesalahan terdakwa M.Apriandi yang dinyatakan terlah terbukti, Majelis Hakim PN Tanjungpinang ini juga mengatakan bukan semata-mata sebagai upaya pembalasan pada terdakwa, tetapi ditujukan sebagai koreksi atau pembinaan pada terdakwa dimasa yang akan datang, demikian serta juga sebagai peringatan pada masayarakat luas agar tidak melakukan perbutan melawan hukum dan aturan yang berlaku.

Dan atas perbuatanya yang telah terbukti, Hakim pun menjatuhkan kepada terdakwa, dengan pidana penjara selama 5 bulan, dengan ketentuan, pidana tersebut tidak perlu dijalani oleh terdakwa. Kecuali, sebelum habis masa percobaan selama 10 bulan, terdakwa melakukan tindak pidana sebagai mana putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap,”ujar Asep Sofiyan Sauri.

Selain hukuman pokok percobaan, Apriandi juga dihukum membayar denda Rp.24 juta dan jika tidak dibayar diganti dengan hukuman 1 bulan penjara.

Atas putusan itu, terdakwa Apriandi dan Kuasa hukumnya, Sabri Hamdi SH, menyatakan pikir-pikir, demikian juga jaksa prnunutut Umum Zaldi Akri SH, juga menyatakan pikir-pikir.(Presmedia)

Comments
Loading...