Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Warga Dan LSM Ingatkan Gubernur Nurdin Jangan Banyak Umbar Janji

ketua dewan pengawas LSM Kepri Corruption Watch (KCW), La Ode Kamarudin
ketua dewan pengawas LSM Kepri Corruption Watch (KCW), La Ode Kamarudin (foto: dok prokepri)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-
Masyarakat Kepulauan Riau, khususnya warga kota Tanjungpinang dan beberapa lembaga sosial masyarakat (LSM) mengingatkan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun jangan telalu banyak mengumbar janji kepada rakyat.

Tebar janji yang dilakukan Gubernur Kepri itu, terlihat ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah, apalagi pada saat safari subuh ke berbagi mesjid dan surau di kecamatan dan kabupaten se Kepri.

Menurut warga teluk keriting Arjon Efendi, apa yang dilakukan Gubernur sangat bagus sekali dan patut dipuji, Tapi sayangnya terbungkus seperti pencitraan semata dan lebih membawa nama partai pada berbagai acara yang dilaksankan.

“Saya saksikan selama ini, pada safarinya ke turki (teluk keriting) atau saat meninjau proyek gurindam 12. Terlalu banyak janji Nurdin kepada masyarakat disini baik rencana membangun fasum dan fasos. Tapi buktinya, satu pun tak kunjung terealisasi,”kata Arjon yang juga panitia pembangunan mesjid itu pada wartwan, Rabu,(26/6/2019).

Hal lain, kata Arjon, Nurdin juga berjanji berencana mau mendirikan mesjid terapung Ar Rahim di Teluk Keriting, Namun kenyataanya, hingga saat ini belum dapat direalisasikan.

“Atas janji Gubenur ini warga Tekuk Keriting akan tetap menuntut, kapan pembangunan mesjid yang dijanjikan itu terealisasi. Demikian juga janji pembangunan sarana fasum dan fasos, kami akan terus mempertanyakan,” ujarnya.

Sementara itu ketua dewan pengawas LSM Kepri Corruption Watch (KCW) La Ode Kamarudin mengatakan, dalam berbagai kesempatan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga sering menabur janji kepada masyarakat Kepri, baik pada kunjungan Kerja, sidak maupun safari subuh.

“Telalu banyak dan sering kita lihat dan dengar janji-janji yang diungkapkan kepada warga disana-sini, sementara realisasinya tidak signifikan,”ujar La Ode.

La Ode juga mengatakan, lamahnya management adminitrasi kepemimpinan Nurdin, juga membuat progress pelaksanaan program pembangunan di Kepri tidak memiliki arah, sebagai mana yang tertuang didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Akibatnya, alokasi dana habis hanya untuk kegiatan seremonial, dan SPPD, serta operasional jalan-jalan ke pulau-pulau,”ujarnya.

Mengenai hasil, samVung La Ode, tidak satu pun program dan upaya riel dirasakan masyarakat. Baik dalam pembangunan sarana umum maupun pemecahan solusi persoalan yang dihadapau warga dalam berusaha, serta meningkatkan kesejahteraanya.

“Hingga banyak yang mengatakan, kegiatan seremonial yang dilakukan Nurdin ke pulau-pulau lebih ke pencitraan pada subsesi Pilgub 2020,” tutur La Ode yang juga pemerhati sosial ini.

Untuk itu kata La Ode lagi, jika Nurdin tidak merobah strategi management kepemimpinanya, akan menjadi bomerang pada realisasi janji dan ungkapan yang dikatakan pada masyarakat, serta memperburuk citranya jika ikut dalam subsesi pemili 2020 mendatang.

“Gubernur perlu lebih hati-hati, dan jangan menebar janji-janji, jika tidak dapat menunaikan dan tidak sesuai dengan RPJMD Kepri. Karena nanti akan menjadi bomerang, dan disebut “Pemborak” oleh masyarakat,”ujarnya.

Hingga berita ini diunggah, media ini belum dapat mengkonfirmasi Gubrnur Kepri, Nurdin Basirun (Persmed).

Comments
Loading...