Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Mulai di Sidik, SPDP Kasus Rasis Dikirimkan Polisi Ke Jaksa Tanpa Nama Tersangka

Rasis
Bobby Jayanto saat di Memenuhi panggilan Penyidik Polres Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Penyidikan dugaan Rasis dan diskriminasi Etnis, pidato berbahasa Tionghoa Bobby Jayanto terus berlanjut.

Polres Tanjungpinang menyatakan, setelah dinaikan ke proses hukumnya ke penyidikan, Satreskrim Polres Tanjungpinang telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Kasat reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendri Alie, mengatakan, pengiriman SPDP dugaan rasis dan diskriminasi etnis itu dilakukan atas terpenuhinya unsur pidana dari penyelidikan yang dilakukan.

“SPDP nya sudah kami kirimkan ke Jaksa. Karena sesuai dengan UU, tiga hari setelah dinaikan ke penyidikan SPDP wajib kami kirimkan ke Jaksa,”ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (1/7/2019).

Baca Juga

Mengenai siapa tersangka dalam kasus itu, Efendri Alie mengaku, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan, karena masih dilanjutkan dengan proses penyidikan dengan memanggil sejumlah saksi dan gelar perkara.

Namun demikian, Alie menyatakan, dari penyelidikan yang dilakukan, hingga dinaikan ke Penyidikan, pihaknya meyakini, sejumlah unsur pidana dalam kasus rasis dan diskriminasi ethnis tersebut sudah terpenuhi.

“Untuk nama tersangka dalam SPDP belum ada dan masih menunggu pemeriksaan kembali seluruh saksi dan pihak terkait lainya dalam penyidikan,” ujar Efendri Alie.

Saat ini lanjut Efendri Alie, sejumlah saksi yang sebelumnya diperiksa dalam penyelidikan, akan kembali dipanggil dan diperiksa dalam proses penyelidikan, dan setelah pemeriksaan, Polisi akan kembali melakukan gelar perkara dalam menetapkan siapa tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala seksi pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang M.Amriansyah yang dikonfirmasi dengan pengiriman SPDP dugaan kasus Rasis dan diskriminasi Etnis ini mengaku, belum mengetahui adanya pengiriman SPDP tersebut dari Polres Tanjungpinang itu, karena sedang cuti dan tidak masuk kantor.

“Saya belum tahu ada atau tidak. Karena saya sedang cuti dan belum masuk kantor sampai 8 Juli 2019 mendatang,”ujarnya.

Sebelumnya, polres Tanjungpinang menyatakan telah menaikan proses penyelidikan dugaan pidana Rasis dan diskriminasi etnis pidato Bobby Jayanto pada sembahyang keselamatan di Pelantar II Tanjungpinang.

Dugaan rasis pidato berbahasa Tionghoa Bobby Jayanto, dilaporkan Ormas dan LSM di Tanjungpinang ke Polisi pada Selasa (11/6/2019).

Sesuai dengan Laporan Polisi LP-B/82/VI/2019/KEPRI/SPKT-Res TPI tanggal 11 Juni 2019 itu, RE Raja Mansur Razak mewakili 4 ormas dan LSM Pelapor mengatakan, Pelaporan Bobby Jayanto atas dugaan pidato rasis berbahasa Tionghoa itu dilakukan, karena meresahkan warga, dan telah menjadi Viral dan bahan perbincangan pada masyarakat di media sosial.

Dalam laporanya ke Polisi, Bobby Jayanto diduga melanggar pasal 16 huruf B angka 2 UU RI nomor 40 tahun 2008 Tentang, Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp.500 juta.(Presmedia)

Comments
Loading...