Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Antri Verifikasi Di Sekolah Membludak, DPRD Kepri Soroti PPDB

PPDB
Penumpukan Siswa didik dan Orang Tua siswa, Saat anteri melakukan verifikasi PPDB di salah satu sekolah SMA di Kepri

PRESMEDIA.ID,Tanjugpinang- Komisi IV DPRD Kepri menyoroti mekanisme Penerimaan peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di provinsi Kepri. Pasalnya, kendati sudah dikatakan Online, Namun kenyataanya, harus tetap melakukan verifikasi pendaftaran secara manual, yang mengakibatkan anterian panjang siswa dan orang tua peserta didik di sekolah.

Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Juna Askara mengatakan, Praktek pendaftaran siswa baru (PPDB) yang diterapkan dinas pendidikan provinsi Kepri ini, juga banyak mendapat keluhan dari masyarakat.

“Karena selain ribet, warga juga mengaku, setelah melakukan pendaftaran dengan sistem online. Warga dan orang tua siswa harus datang ke sekolah untuk memverifikasi pendaftaranya secara manual,”ujar Teddy pada wartawan Selasa (2/7/2019).

PPDB
Penumpukan Siswa didik dan Orang Tua siswa, Saat anteri melakukan verifikasi PPDB di salah satu sekolah SMA di Kepri

Hal seperti ini, tambah Teddy, sama juga dengan cara mendaftar secara manual dengan antrian panjang yang mengakibatkan banyak keluhan dari masyarakat

Dirinya menilai pelaksaan PPDB 2019 ini, sudah menyalahi permendikbud Nomor 51 tahun 2018.

Teddy Jun Askara mengatakan, tidak setuju dengan proses verifikasi berkas sistem manual. Dimana, jika sudah konsisten sistem online, otomoatis secara keseluruhan dilakukan online.

“Kenapa pula sisitem online tapi verifikasi berkas secara offline, bagus gak usah online. Itu menyusahkan orangtua, udah pergi ke warnet , pergi lagi ke sekolah untuk memastikan berkas benar atau tidak. Antrian dari subuh hanya untuk verifikasi berkas,”ujarnya.

Seharusnya kata Teddy, kalau sudah sistem online, tidak perlu lagi pendaftar datang ke sekolah untuk memverifikasi berkas apa lagi dengan anterian yang menimbulkan penumpukan disetiap sekolah.

Teddy menilai, PPDB tahun 2019 ini lebih kacau dibandingkan pelaksaan tahun sebelumnya. Karena kalau pakai verifikasi manual lagi hal tersebut menurutnya sama dengan off line dan bukan online.

“Akibatnya, terjadi penumpukan disekolah Dan orang tua antri di sekolah sejak subuh. Kenapa tidak langsung pemberkasan diverifikasi melalui online saja kan bisa dibuat, Hingga diketahui berkasnya memenuhi syarat atau tidak,”tegasnya.

Dengan kondisi ini, Kader Partai Golkar ini menilai, bila penyelenggara PPDB tidak dapat memverifikasi secara online. Artinya Pemerintah tidak siap dalam proses PPDB ini.

“Untuk apa anggaran yang sudah dikucurkan, tapi sama saja hasilnya. Malah tetap menimbulkan gejolak,”ujarmya.

Sistem online dibuat kata Teddy, agar lebih menyederhanakan proses penerimaan siswa, tanpa mengurangi kualitasnya, dan tidak ada lagi orang tua mengantri berjam-jam.(Presmedia)

Comments
Loading...