Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

M.Apriandy Divonis Bebas Pengadilan Tinggi Pekanbaru

kasus pemilu politik uang, caleg Gerindra M.Apriandi
Sidang kasus pemilu politik uang, caleg Gerindra M.Apriandy (foto:dokumen presmed)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru memvonis bebas M.Apriandy caleg partai Gerindra yang sebelumnya divonis PN Tanjungpinang bersalah dalam Kasus Pidana Pemilu, dan dihukum pidana 5 bulan Penjara tanpa perlu dijalani dengan masa percobaan 10 bulan.

Vonis bebas Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru Riau ini, tertuang dalam Putusan nonor 26;PID-SUS/2019/PT PBR yang disidangkan hakim Ketua Dolman Sinaga SH dan hakim anggota Hj.Hasmayetty dan Tahan Simamora di Pengadilan Tinggi Riau,(3/7/2019).

Dalam putusanya, sebagai mana yang tercantum dan dikutip dari website Putusan Mahkamah Agung (MA). Majelis Hakim PT Pekan Baru Riau mengatakan, Pengadilan PT pekan Baru menerima Permohonan banding dari Pembanding Penuntut Umum dan terdakwa M.Apriandy.

Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang Nomor 182/Pid.Sus/2019/PN Tpg tanggal 24 Juni 2019 yang dimohonkan banding ke PT Pekanbaru.

“Menyatakan Terdakwa M.Apriyandi,tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana Pemilu sebagaimana yang didakwakan terhadapnya,”ujar Hakim PT Riau ini.

Selain membebaskan terdakwa dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Hakim juga menyatakan membebaskan M.Apriandy dari
segala dakwaan Jaksa Penuntut umum.

Memerintah untuk memulihkan hak-hak Terdakwa M.Apriandy dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya dalam keadaan seperti semula. Dan menyatakan biaya perkara dibebankan kepada Negara.

Sebelumnya,atas Putusan PN Tanjungpinang yang menyatakan M.Apriandy terbukti bersalah, Jaksa penuntut umum Kejaksaan negeri Tanjungpinang menyatakan banding ke PT.Pekan Baru Riau. Banding juga dilakukan terdakwa M.Apriandy.

Melalui pengacaranya, Hendie Devitra dan Sabri Hamri menilai vonis hakim PN Tanjungpinang terhadap kliennya tidak tepat yang menjatuhkan vonis bersalah dengan hukuman 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan dan denda Rp 24 juta subsider 1 bulan.(Presmedia)

Comments
Loading...