Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Perlawanan Jaksa Kandas, Perkara Agustinus dan Yusrizal Tidak Dapat Disidangkan

Politik uang
Hakim PN Tanjungpinang, Kembalikan berkas perkara Pidana Pemilu terdakwa Yusrizal dan Agustinus Marpaung ke Jaksa

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Perlawanan (Verzet) Jaksa penuntut umum atas pengembalian berkas perkara dua terpidana Pemilu 2019, atas nama terdakwa Agustinus Marpaung dan Yusrizal “Kandas” di Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru-Riau.

Hakim PT Pekanbaru menyatakan, penuntutan jaksa penuntut umum atas penetapan pengembalian berkas perkara pidana pemilu pada dua terdakwa tidak dapat diterima.

Hal itu tertuang dalam putusan penetapan Hakim PT Pekanbaru-Riau yang dipimpin Yoniswan SH, sebagai hakim ketua dan hakim anggota Agus Suwangi, dan Tony Pribadi dalam sidang terbuka di PT Pekanbaru, Rabu,3 Juli 2019.

Dalam putusanya, Hakim PT Pekanbaru Riau menyatakan, menerima permintaan perlawanan dari jaksa penuntut umum. Memperbaiki penetapan pengadilan Negeri Tanjungpinang tanggal 18 Juni 2019, nomor;183/Pid.Sus/2019/PN.Tpg sekedar mengenai kwalifikasi.

“Menyatakan penuntutan dari Jaksa penuntut umum tidak dapat diterima,”ujar Hakim Yoniswan SH dalam putusanya.

Humas PN Tanjungpinang Santonius Tambunan juga membenarkan telah keluarnya putusan penetapan majelis Hakim PT Pekanbaru tersebut.

“Hakim PT menyatakan penuntutan pada dua terdakwa Agustinus Marpaung dan Yusrizal yang salah satu terdakwanya tidak bisa dihadirkan Jaksa ke Pengadilan, tidak dapat diterima,”ujar Santonius.

Ditempat terpisah, Kepala seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang M.Amriansyah, juga membenarkan telah keluarnya putusan Verzet perlawanan atas penetapan Hakim PN tersebut.

“Dan atas putusan PT itu, maka berkas perkara atas nama terdakwa Agustinus dan Yusrzal tidak dapat kami sidangkan lagi,”ujarnya.

Selain atas putusan Hakim PT, tidak dilanjutkanya penuntutan berkas perkara pidana pemilu atas nama terdakwa Agustinus Marpaung dan Yusrizal itu, kata Amriansyah, juga disebabkan waktu penanganan pidana pemilu ini yang juga dibatasi.

Sebelumnya, Majelis hakim PN Tanjungpinang, mengembalikan berkas perkara Pidana Pemilu terdakwa Yusrizal dan Agustinus Marpaung ke jaksa Penuntut Umum.

Pengembalian berkas perkara dua terdakwa Pemilu dalam satu berkas perkara itu, dilakukan majelis hakim PN Tanjungpinang yang diketuai Acep Sofiyan Sauri, dan hakim anggota Santonius Tambunan bersama Edward P Sihaloho, melalui Penetapan Majelis dalam penetapan di PN Tanjungpinang, Selasa,(18/6/2019).

Dalam penetapanya, Majelis hakim PN Tanjungpinang mengatakan, perkara tersebut tidak dapat disidangkan dalam satu berkas dan harus dibuat dalam berkas terpisah. Karena sesuai dengan KUHAP, dan UU Pemilu serta Sema MA.

“Dalam penanganan kasus pidana Pemilu, persidangan yang dihadiri terdakwa dan persidangan yang tanpa dihadiri terdakwa (Inabsensial) berbeda prosesnya,”ujar majelis hakim.

Lebih jauh dalam penetapanya, Majelis hakim Ocep sofitan Sauri menyatakan, Sesuai dengan KUHAP, dan Pasal 482 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan pasal 3 ayat 3 Perma nomor 1 tahun 2018, tentang tatacara penyelesian tindak pidana pemilu, dimungkinkan pelaksanaan sidang terdakwa pidana pemilu secara In absensial.

“Tetapi dalam praktek dan pelaksanaan persidangan, berkas perkara tedakwa yang inabsensial dan yang absen atau hadir tidak boleh disamakan,”ujarnya.

Sebagai mana diketahui, terdakwa Agustinus Marpaung dan Yusrizal, diduga menjadi tim sukses caleg partai Gerindra terdakwa M.Afriyandi yang disangka dan didakwa melakukan politik Uang pada Pemilu 2019 dan didakwa Jaksa Penuntut Umum Zaldi Akri SH drngan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainya, sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung ataupun tidak langsung.

Atas perbuatanya terdakwa dakwaan melanggar pasal 253 ayat 1 jo pasal 280 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu jo pasal 55 KUHPidana. (Presmed)

Comments
Loading...