Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Terungkap Dipersidangan, Begini Terdakwa Abdul dan M.Rasyid Habisi Nyawa Purnawiran TNI-AL

Terdakwa Pembunuhan
Terdakwa Adul bin Bedul usai di Sidang di PN Tanjungpinang, Selasa,(9/7/2019)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Didakwa Pasal pembunuhan berencana,Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nolly Wijaya SH membeberkan pembunuhan sadis yang dilakukan terdakwa Adul alias Bedul bin Syofriadi Umar dan almarhum M.Rasid terhadap korban purnawiran TNI-AL almarhum Arnold Tambunan, saat membacakan dakwaan terhadap terdakwa Adul bin Bedul di PN Tanjungpinang,Selasa,(9/7/2019).

Dalam dakwaanya, JPU Nolly Wijaya SH mengatakan, sebelum pembunuhan terjadi, M.Rasyid almarhum, memiliki hutang kepada korban Arnold Tambunan sebesar Rp.30 juta. Karena ditagih dengan kata-kata kasar sehingga membuat M.Rasyid sakit hati dan kesal.

Pada 17 Agustus 2018, korban menghubungi M.Rasyid untuk menagih hutangnya dan menyatakan, akan datang ke rumah M.Rasyid dijalan Menur Gang Menur nomor 15 RT 5 RW 9 kelurahan Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang untuk menagih hutangnya tersebut.

Atas dasar itu, M.Rasyid menurut terdakwa Adul alias Bedul menjadi panik dan kesal pada korban, hingga meminta bantuan terdakwa Adul untuk membantunya menghabisi nyawa korban.

Perencanaan pembunuhan sendiri, dilakukan terdakwa Adul dan M.Rasyid sebelu, korban datang keesokan harinya korban almarhum Arnold Tambunan datang menagih hutang ke rumah M.Rasyid.

Untuk melancarkan aksinya yang sudah direncanakan, Saat itu, terdakwa Adul sesuai dengan perintah M.Rasyid menunggu di lantai 2 ruko M.Rasyid tempat tinggal terdakwa.

“Sekitar pukul 07.30 Wib, korban Arnold Tambunan mendatangi rumah M.Rasyid dengan menggunakan sepeda motor merk Yamaha N Max. Dan setelah memarkir motornya, korban masuk dan menuju ke arah belakang ruko menemui M.Rasyid,”sebut Nolly.

Ketika korban berjalan kearah belakang ruko, sesuai dengan komando dari M.Rasyid yang diterimanya waktu perencanaan, Terdakwa Adul secara diam-diam menyusul dan mengikuti korban.

“Saat korban menagih hutangnya pada M.Rasyid, Terdakwa mendengar perbincangan dan check-chock. “M.Rasyid mengatakan belum memiliki uang sehingga tidak bisa melunasi hutanya tersebut,”ujar Nolly saat membacakan keterangan pengakuan terdakwa.

Karena belum dapat melunsi, terjadi perdebatan, hingga M.Rasyid berkata kasar dan langsung memukulkan sebatang besi kebagian muka korban Arnold yang mengakibatkan korban terjatuh.

Saat korban berusaha bangun, Lanjut Nolly, M.Rasyid kembali memukul korban yang ditangkis/halangi dengan kedua tangan korban. Setelah itu, korban sempat lari kearah belakang bengkel dan kemudian dikejar M.Rasyid.

Pada saat itu, terdakwa Adul alias Bedu langsung turut serta membantu M.Rasyid dengan mengejar korban sambil membawa sebatang besi dan ikut memukul korban.

“Terdakwa Adul alias Bedu dan M.Rasyid memukuli korban bebeberpa kali hingga korban tidak bernyawa,”ujar Nolly.

Usai melakukan pembunuhan itu, M.Rasyid sempat memastikan, korban masih hidup atau telah meninggal dunia, dengan cara mendekatkan tanganya ke hidung korban.

Setelah korban dipastikan meninggal, Terdakwa Adul szelanjutnya membantu M.Rasyid membungkus dan mengikat jazad korban dengan plastik yang sebelumnya telah disediakan.

“M.Rasyid yang bungus dan ikat dibagian kepala, saya bantu bungkus dan ikat dibagian kaki,”sebut Nolly membacakan keterangan terdakwa Adul dalam dakwaan.

Setelah jazad korban dibungkus, Selanjutnya, terdakwa Adul alias Bedu meminta bantuan M.Rasyid untuk membuka dan mengangkat tutup Septic Tank yang sebelumnya telah direncanakan sebagai tempat pembuangan jazad korban. Dan setelah berhasil dibuka, Terdakwa Adul dan M.Rasyid mengangkat jazad korban dan memasukanya ke septic tank.

“Terdakwa mengangkat pada bagian kaki, sedangkan M.Rasyid mengangkat di bagian kepala,”kata Nolly.

Nolly melanjutkan, dari hasil pemeriksaan Forensik Dokter Bhayangka Polda Kepri terhadap kerangka korban yang ditemukan Polisi didalam Septic tank rumah almarhum M.Rasyid, adalah kerangka manusia, berjenis kelamin laki-laki, dengan umur kurang lebih enam puluh tahun, panjang badan seratus tujuh puluh sentimeter.

“Waktu kematian saat pemeriksaan tiga sampai enam bulan.
Dari pemeriksaan kerangka didapatkan luka akibat kekerasan tumpul berupa resapan darah pada puncak tengkorak kepala,patah tulang tangan, patah tulang hidung, patah tulang pipi, patah tulang rahang, patah tulang dada dan patah tulang rusuk,”sebutnya.

Sebab kematian dari hasil forensi Polri, korban almarhum Arnold Tambunan disebabkan kekerasan tumpul pada dada, yang mengakibatkan patah tulang kerusakan organ hingga mengakibatkan kematin.

“Atas perbuatanya, terdakwa Adul alias Bedul bin Syofriadi Umar didakwa dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan primer, dan pasal Pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan Subsider,”ujar JPU Nolly Wijaya.

Atau lanjut Nolly, terdakwa juga didakwa melanggar pasal 170 Ayat (2) ke- 3 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dengan terang-terangan terhadap orang atau barang.

Sidang terhadap terdakwa Adul bin Bedul akan kembali dilaksanakan Hakim PN Tanjungpinang Asep Sofiyan Sauri, Santonius dan Guntur Kurniawan pada minggu mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (Presmed).

Comments
Loading...