Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Jejak Fenomenal Nurdin, Dari Koki Hingga Ke Jeruji Besi

Nurdin Basirun saat digiring dan ditahan KPK atas dugaan Suap dan Gratifikasi pengurusan Izin Reklamasi (Ist).

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sosok gubernur Kepri Nurdin bagi masyarakat Kepri sangat fenomenal, apa lagi bagi warga Karimun. Lika-liku kehidupan dan badai yang menerpa dirinya sangatlah elok di simak, disaat sang mantan nakhoda itu mengarungi kehidupan.

Dari catatan yang dihimpun PRESMEDIA.ID, berbagai sumber yang pernah bersama dan bekerja dengan Nurdin mengatakan, sepak terjang Bang Den sapaan akrab Nurdin Basirun penuh dengan warna-warni dalam meniti karier serta jabatan gubernur di negeri segantang lada Provinsi Kepulauan Riau.

Seperti yang dikisahkan Daeng Yusman,mantan kapten kapal Karya Mina, bos Nurdin ketika bekerja menjadi ABK dengan posisi koky di Kapal tersebut.

Daeng Yusman mengaku, mengenal Nurdin ketika menjadi ABK di kapal Karya Mina, yang hilir mudik membawa minyak dari Tanjungpinang ke Dabo Singkep.

“Lama juga dia (Nurdin) bekerja sama saya sebagai koki di era tahun 80-an,”kata Yusman saat bercerita.

Dia juga mengakui, Nurdin Basirun merupakan orang yang gigih dan semangat kerjanya tinggi, yang meniti karier dari bawah sebelum menjadi nakhoda kapal dalam mengarungi samudera.

Selang beberapa tahun kata Daeng Yusman, Nurdin pun banyak belajar cara membawa kapal dan berusaha mendapatkan ijazah pelaut sebagai bekalnya menakhodai kapal dilautan.

Dan seiring berjalannya waktu, ijazah yang diraih Nurdin dari Tanjungpinang itu, di katakan Daeng Yusman menjadi bekal Nurdin menjadi seorang Nakhoda kapal kayu dengan rute Tanjung Balai Karimun-Singapura.

Sayang-nya sambung Daeng, ketika menjadi Nakhoda, mengemudikan kapal kayu dengan barang bawaan dari Singapura ke Karimun, lebih dilakoninya ketimbang membawa kapal ferry.

Sebagai kapten Tanjung yang piawai bermain gelombang dan menghindari pemeriksaan aparat atas barang yang dibawanya, menjadikan Nurdin Basirun piawai dalam berpolitik, hingga akhirnya Nurdin maju dalam pertarungan politik pemilihan Kepala Daerah, mendampingi Almarhum HM.Sani sebagi Wakil Bupati di Karimun pasca pemekaran kabupaten di Kepri.

Setelah terpilih menjadi wakil bupati Nurdin kembali melanjutkan estafet kepemimpinan Almarhum HM.Sani menjadi Bupati Karimun selama Dua peiode. Sementara alm M.Sani maju menjadi wakil Gubernur saat itu.

Di Karimun, Nama Nurdin sangat kesohor, meski diiringi polemik dan banyak kegaduhan. Bahkan saat menjadi wakil dan Bupati Karimun, sejumlah kasus sempat membelit dan dituduhkan kepadanya. Sebut saja, dugaan penggunaan ijazah palsu dan membeli hingga dugaan korupsi dan pengeluaran Izin yang juga disebut tidak prosedural bahkan kasus yang mengarah pada diri pribadinya.

Namun dengan kepiawaian Nurdin mengendalikan Kemudi kapal yang dinakhodai, membuat Kapten penggemar lagu “Nona Singapura” ini tidak tersentuh dengan hukum.

Berpengalaman dengan berbagai cobaan dan sejumlah kasus yang menerpanya, membuat Nurdin semakin berani maju ke kancah politik yang lebih tinggi. Dengan modal jabatan dua periode menjadi Bupati di Karimun, Pada 2015 Nurdin kemudian maju sebagai wakil Gubernur mendampingi Alm M.Sani.

Ke ikut sertanya dalam Pemilkada Gubernur Kepri, menjadikan Nurdin semakin fenomenal, apa lagi Nurdin yang sebelumnya tidak diperhitungkan, mejadi pilihan terakhir almarhum HM.Sani melanjutkan estafet kepemimpinan gubernur provinsi Kepri.

Menang dengan suara murni pilihan rakyat, membuat duet alm.HM.Sani dan Nurdin duduk sebagai Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Kepri. Namun dalam perjalanan, mendung dan badai terjadi di lautan Kepri. Sang guru birokrasi alm.HM.Sani dipanggil menghadap yang Maha Kuasa.

Setelah alm.HM.Sani meninggal, secara otomatis Nurdin yang sebelumnya wakil gubernur naik menjadi gubernur Kepri.

“Sekarang dia jadi gubernur Kepulauan Riau,”tutur Daeng lagi.

Dilantik pada Presiden Joko Widodo sebagai Gubernur di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/5/2016), Nurdin mulai menjalani kariernya sebagai gubernur definitif provinsi Kepri. Dengan berbagai Kebijakan dan Program, Nurdin sering mengatakan, “Satu Sen alokasi dana APBD, Harus digunakan untuk kepentingan masyakat”.

Dalam praktek-nya, dari 3 Triliun lebih alokasi dana APBD Kepri setiap tahun, tidak jarang alokasi dialokasikan untuk kegiatan operasi acara seremonial,Makan dan Minum, serta jalan-jalan gubernur Kepri ke sejumlah pulau di Kepri.

Kata Nurdin, jalan-jalan dan bertemu masayarakat hingga ke tingkat RT, desa dan Lurah, merupakan silaturahmi masyarakat dengan pemimpinanya, dalam menampung aspirasi masyarakat dibawah.

Sayang-nya, silaturahmi dibarengi sejumlah janji-janji yang disebutnya pada masyarakat, saat ini banyak yang dituntut dan dipertanyakan warga.

Kini pelopor safari subuh yang rajin dari masjid ke masjid itu, terlilit rasuah dan gratifikasi oleh KPK. Nurdin Basirun, bersama 3 tersangka lainya, masing-masing kepala dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Edi Sofiyan, Kabid tangkap perikanan DKP kepri Budi Hartono, dan Abu Bakar dari pihak swasta, ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan suap dan gratifikasi pengurusan Izin pemanfaat ruang laut di Tanjungpiyayu jembatan 5 Kota Batam.

Janji dan tausiyah penggemar sepak bola dengan group 757 di pelbagi rumah ibadah ini, hanya menjadi kenangan dan bekal muhasabah diri baginya, untuk menjalani cobaan hidup di jeruji besi KPK.(Presmed).

Comments
Loading...