Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna, Jaksa Tunggu Pengembalian Kerugian Rp.7,7 M Dari Tersangka

Kajati Kepri Edy Birton
Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Edy Birton Saat memberi keterangan pers pada wartawan di Kejaksaan Tinggi Kepri,Senin,(21/7/2019)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kejaksaan tinggi Kepri mengatakan, proses hukum dugaan korupsi Rp.7,7 milliar dana tunjungan perumahan DPRD Natuna 2011-2015, hingga saat ini masih terus berlangsung, dengan upaya dan usaha pengembaliaan Rp.7,7 Miliar dari 5 tersangka.

Kepala kejaksaan Tinggi Kepri,Edy Birton mengatakan, langkah dan upaya pengembaliaan nilai kerugian negara (recoveri asset) dari tersangka yang kasusnya “mengendap” selama 2 tahun di Kajati ini, dilakukan dengan alasan korupsi bukan hanya menghukum atau menindak pelaku atau tersangka, tetapi juga ada proses pengembaliaan kerugian yang ditimbulkan.

“Saat ini kami sedang berupaya dan berusaha, untuk mengembalikan nilai kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dan sejumlah langkah-langkah tersebut sedang kami lakukan,”ujarnya pada wartawan ketika dikonfrimasi di Kejaksaan Tinggi Kepri, Senin,(21/7/2019).

Sekedar mengingatakan, pada 31 September 2017 lalu, Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri telah menetapkan 5 tersangka dalam dugaan korupsi Rp.7,7 milliar dana tunjangan perumahan DPRD Natuna tahun 2011-2015 ini. Ke 5 tersangka yang ditetapakan itu adalah mantan bupati Natuna Eliyas Sabli (Es) dan Raja Amirullahg (Ra), Sekda Natuna SyamsuriZon (Sy), Mantan Ketua DPRD Natuna Hadi Chandara (Hc) dan mantan Sekwan DPRD M.Makmur (Mm).

Namun hingga 2 tahun berlalu, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri berganti, proses hukum dugaan korupsi dana tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015 ini, “mengendap” dan tak kunjungan dilimpahakan pihak Kejaksaan Tinggi Kepri ke PN.Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan.

Lebih lanjut saat ditanya wartawan, apakah dengan pengembaliaan kerugiaan negara tersebut, kasus korupsi dengan 5 tersangka yang sudah ditetapkan itu akan dihentikan?, Edy Birton menanggapi, pihaknya belum berpikir untuk menghentik kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kami belum berpikir ke arah sana, kami bertujuan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara. Karena menghukum orang tanpa mengembalikan kerugian negara akan sia-sia,”katanya.

Edy juga mengaku, Saat ini progress pengembaliaan dana kerugian negara dari Korupsi di Natuna itu sudah ada, tetapi mengenai jumlah nilai yang dikembalikan, Edy Birton enggan mebeberkan.

“Nanti akan saya kasih tahu, sama teman-teman media”ujarnya.(Presmedia)

Comments
Loading...