Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tidak Terbukti Lakukan Pidana Pemilu, Ketua PPK Bintan Timur Dibebaskan Hakim PT Riau

Terdakwa M.Ridwan PPK Bintan Timur saat disidang di PN Tanjungpinang, dan akhirnya dibebaskan Hakim PT.Pekan Baru Riau.

PRESMRDIA.ID,Tanjungpinang- Majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Pekan Baru Riau, memponis bebas, ketua PPK Bintan Timur Terdakwa M.Ridwan dari kasus pidana Pemilu 2019.

Putusan dijatuhkan Majelis hakim PT.Pekan Baru Riau, yang diketuai Nurhaidah Betty Aritonang, dan hakim anggota, Fakihyuno, serta Jalaluddin SH, melalui putusan PT Nomor: 269/PID.SUS/2029/PT.PBR tanggal 22 Juli 2019.

Dalam putusanya, majelis hakim PT Pekan Baru Riau mengatakan, terdakwa M.Ridwan, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “PPK” yang karena kelalainnya mengakibatkan hilang dan berubahnya berita acara rekapitulasi hasil perolehan perhitungan suara dan atau sertifikat rekapitulasi hasil perhitungan suara, sebagai mana dakwaan tunggal Jaksa penuntut Umum.

“Membebaskan twrdakwa M.Ridwan dari dakwan dan segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukanya dan harkat serta martabatnya,”ujar majelis hakim PT dalam putusanya.

Sedangkan mengenai barang bukti, dalam kasus perkara tersebut, diperintahkan majelis hakim agar dikembalikan kepada KPU kabupaten Bintan.

Kuasa Hukum Terdakwa M.Ridwan, Agus Riawantoro SH, Gindo Panjaitan SH, dan Indra Kelana SH membenarkan telah diterimanya petikan putusan PT Pekan Baru Riau tersebut, dari Panitera Pidana PN Tanjungpinang.

Selanjutnya putusan benas PT Riau itu, dikatakan akan segera diserahkan kepada klienya M.Ridwan.

“Kami sangat bersyukur atas putusan hakim PT ini, dan hal ini membuktikan bahwa kliren kami tidak melakukan tindakan yang disangkakan jaksa penuntut Umum kepadanya,”ujar Agus.

Sebelumnya, terdakwa M.Ridwan yang merupakan ketua PPK Bintan timur Kabupaten Bintan, divonis Hakim PN Tanjungpinang bersalah, melakukan tindak pidana pemilu dengan hukuman 1 bulan penjara dengan masa percobaan 2 bulan tanpa perlu dijalani, selain penjara M.Ridwan juga dihukum denda Rp.4 juta subsider 1 bulan kurungan.(Presmed)

Comments
Loading...