Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Nurdin dan Edi Sofiyan Cs di OTT KPK, Isdianto Ajak ASN Minta Ampun dan Harap Ridho Allah SWT

Plt.Gubernur Kepri Isdianto
Plt.Gubernur Kepri Isidanto, melambaikan tangan, usai melaksanakan apel pagi bersama ASN di lapangan kantor gubernu Kepri. (Ist)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Provinsi Kepri berduka atas penangkapan dan penetapan tersangka gubernur non aktif, Nurdin Basirun dan Kepala dinas Kalautan Perikanan Kepri non aktif Edi Sofiyan bersama anak buahnya Budi Hartono. Plt.Gubernur Kepri Isdianto, mengajak Aparat Sipil Negara (ASN) berdoa dan minta ampun serta mohon ridho dari Allah SWT.

Isdianto juga mengajak ASN Kepri, untuk terus merekatkan kebersamaan dan menyikapi kondisi cobaan yang berat yang dihadapi pemerintah provinsi Kepri saat ini, dengan doa dan ridho kepada Allah SWT serta menerima nikmat iman dan nikmat sehat yang diberikan dalam melakukan amanah yang di emban.

“Negeri ini sedang menerima ujian dari Allah SWT, untuk itu, marilah menadahkan tangan memohon ridhoan sang pencipta. Agar rahmat dan nikmat-nya menjaga kita semua,”kata Isdianto pada apel pagi ASN Provinsi Kepri, di lapangan kantor Gubernur Kepri, pusat pemerintahan di Dompak, Senin,(29/7/2019).

Menurut Isdianto, setiap cobaan bisa datang kepada siapa saja, ketika Allah menghedaki. Karena Allah meyakini betul bahwa, umatnya akan mampu menghadapinya. Sebagai umatnya yang mendapat cobaan jangan dijadikan sebuah permasalah yang membuat longgarnya dalam bekerja.

Baca Juga

“Jangan lah kita lemah semangat dan putus asa dengan cobaan ini, Namun perlu kita perbanyak berdoa. Yakin lah, jika ini kita lakukan kita akan mampu menghadapi semua,”ucap Isdianto.

Mantan wakil Gubernur ini juga mengatakan, Coba yang dihadapi Provinsi Kepri saat ini, Hendaknya dapat dijadikan sebagai motivasi dalam bekerja lebih baik. Karena kejadiaan ini, menurutnya, sangat dirasakan dan memprihatinkan ketika tidak disikapi dengan positif dan bijaksana dalam melaksanakan amanah.

“Maka dari itu, marilah bersama sama kita bergandeng tangan dan bersatu padu menuju hal yang lebih baik. Kita harus koperatif dan benar dalam menjalankan tugas kedepannya,”tutur Isdianto.

Sebagai mana diketahui, Gubernur Kepri Non aktif Nurdin Basirun, dan mantan kepala dinas Kelautan dan perikanan Kepri, Edi Sofiyan serta kabidnya Budi Hartono, bersama salah seorang warga Batam Abu Bakar, saat ini telah ditahan dan ditetapkan tersangka oleh KPK atas dugaan suap dan gratifikasi pengurusan Izin prinsif dan pengalokasian wilayah ruang laut dan dugaan pembagian titik koordinaat kawasan tambang pasir laut di Kepri.

Selain mentepakan Nurdin dan Edi Sofiyan serta dua orang lainya sebagai tersangka, KPK juga telah memeriksa sejumlah pejabat Kepri sebagai saksi, atas dugaan suap dan gratifikasi Nurdin, Edi Sofiyan, BUdi Hartono serta pihak swasta Abu Bakar tersebut.

Sejumlah Pejabat Kepri yang telah diperiksa KPK itu adalah, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS.H.Arif Fadillah, Kepala Biro Hukum dan Perundang-Undangan Sekretariat Pemerintah Provinsi Kepri Heri Muhrizal, Kepala dinas Perhubungan M.Jamhur, Kepala dinas PUPR Kepri Abu Bakar kepala dinas BLH Kepri Nilwan, Plt.Kepala dinas DPMPTSP Kepri, anggota DPRD Kepri, serta sejumlah pejabat dan pihak swasta lainya.

Bahkan hingga saat ini, KPK juga masih terus mendalami dugaan suap dan gratifikasi Nurdin Basirun atas temuan Rp.5,3 Milliar uang dollar dan rupaih di salah satu ruangan kamar rumah dinasanya, beberapa waktu lalu saat digeledah KPK.(Presmedia)

Comments
Loading...