Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPU Bintan Minta Tambah Anggaran Pilkada Rp 6 M

Ketua KPU Bintan Haris Daulay

PRESMEDIA.ID,Bintan- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bintan, meminta tambahan anggaran Rp.6 miliar untuk pelaksanaan Pilkada ditengah Pandemi COVID-19 pada 9 Desember 2020 di Bintan.

Komisioner KPU Bintan Divisi Perencanaan dan Data, Haris Daulay mengatakan, tambahan dana Pilkada itu,
Dibutuhkan untuk pelaksanaan penambahan TPS dan pelaksanaan protokoler kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada.

“KPU Bintan mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp 6 miliar lebih ke Pemkab Bintan,”ujarnya Rabu (10/6/2020).

Peruntukan dana itu, lanjut Haris, digunakan untuk penambahan TPS dari 318 menjadi 352 TPS, kemudian juga untuk pengadaan bilik khusus pemilih yang rawan atau yang telah ditetapkan sebagai OTG, ODP, PDP maupun Pasien Positif Covid-19.

“Bilik khusus itu diperuntukan sebagai antisipasi mengurangi keramaian saat pelaksanaan pemilihan di TPS. Dan semua itu, Tentunya butuh dukungan dana. Termasuk alat pencoblosan dan alat-alat kesehatan lainnya untuk mencegah pemaparan virus tersebut,” ujar Haris, Rabu (10/6/2020).

Awalnya dana Pilkada 2020 yang diperoleh KPU Bintan sesuai Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp 12,7 miliar lebih. Kemudian yang sudah terealisasi sebesar Rp 5,3 miliar lebih sehingga dana yang belum terpakai sebesar Rp 7,3 miliar lebih.

Lalu dilakukan normalisasi untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bintan sebesar Rp 1,3 miliar lebih. Maka tersisa Rp 6 miliar lebih.

“Lalu kita usulkan kembali Rp 6 miliar lebih untuk melaksanakan tahapan pilkada ditengah Covid-19 ini. Termasuk pengadaan barang lainnya,” jelasnya.

Namun dari total yang diusulkan tersebut Pemkab Bintan hanya mampu menambah anggaran pilkada dari APBD 2020 sebesar Rp 4,8 miliar lebih. Dengan begitu dana untuk pilkada ditengah pandemi Covid-19 ini berjumlah Rp 17,5 miliar lebih.

Pengadaan barang yang akan dilakukan termasuk alat pencoblosan untuk sekali pakai. Terus perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas penyelenggara pemilu dari tingkat TPS sampai KPU. Lalu masker, sarung tangan, hand sanitizer, perlengkapan cuci tangan, pelindung wajah hingga Rapid Diagnostik Test (RDT).

“Kita sedang koordinasikan dengan pemerintah untuk dituangkan dalam berita acara kesepakatan fasilitas anggaran tersebut,” jelasnya.

Saat ini KPU Bintan sedang persiapkan adhock-nya. Seperti mengaktifkan kembali PPK, dan melantik PPS. Selanjutnya melakukan tahapan-tahapan lainnya seperti rencana pemutakhiran daftar pemilih.

“Tenaga pendukung kita seperti PPK masih belum aktif. Jadi aktifkan kembali barulah kita tindaklanjuti semua tahapannya,” ucapnya.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...