Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gerakan Tanam Mangrove dan Pemulihan DAS 2019 di Laksanakan di Tanjung Piayu Batam

Rapat Persiapan Sekda kepri dengan OASE Kabinet Kerja rencanakan kegiatan penanaman Mangrove, yang direncanakan akan dilaksanakan di Batam Provinsi Kepri (Ist)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Gelar gerakan Tanam Mangrove Pemulihan DAS dan Kampung Hijau Sejahtera 2019, direncanakan akan di laksanakan di Batam provinsi Kepri.

Pada acara tersebut akan dihadiri ibu negara bersama sejumlah pejabat dan penggerak PKK lainya, yang akan dilaksanakan dengan menanam Mangrove di Tanjung Piayu Batam.

Hal itu terungkap dalam rapat persiapan pelaksanaan Gerakan Tanam Mangrove Pemulihan DAS pemerintah Provinsi Kepri dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja, di Ruang Rapat Utama Lt.IV Kantor Gubernur Kepulauan Riau Dompak, Tanjungpinang Selasa,(30/7/2019).

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS.Arif Fadillah pada kesempatan itu, memberikan apresiasi khusus pada Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang akan melaksanakan penanaman serentak mangrove pada acara Gerakan Tanam Mangrove yang akan dipusatkan di Pancur, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam itu.

“Terima kasih kami sampaiakan, karena telah memilih Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam sebagai tempat pelaksanaan Gerakan Tanam Mangrove, Pemulihan DAS dan Kampung Hijau Sejahtera,”ujar Arif.

Geografis Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki wilyah 96 laut, sudah sepatutnya menjaga wilayah pesisir di sekitaran pantai, dengan penanaman hutan bakau dalam menjaga lingkungan pantai.

“Adalah tugas kita semua, menjaga anugerah dari pencipta alam semesta ini, untuk generasi kini dan generasi yang akan datang, dan sudah sepatutnya kita melakukan pengelolaan lingkungan hidup dengan bijaksana,”ujarnya.

Arif juga berharap, dengan sejumlah upaya yang dilakukan dalam pelestarian kawasan hutan mangrove dapat menstabilkan kondisi lingkungan di sekitaran pantai, sehingga semua habitat yang bergantung pada kehadiran hutan mangrove dapat terjaga dan terselamatkan.

Selain itu, lanjut Arif, banyak potensi yang muncul dari keberadaan hutan bakau ini yaitu bisa jadi potensi wisata untuk mendatangkan wisatawan ke daerah ini.

“Mari kita lestarikan dan jaga bersama keberadaan mangrove. Dengan keberadaannya yang terjaga akan muncul potensi ekonomi baru berupa potensi pariwisata,”ujar Arif.

Sementara itu, Heru dari Kementerian Pertahanan mewakili OASE menyebutkan, Pelaksanaan Gerakan Sosial Peduli Mangrove pemulihan DAS dan Kampung Hijrah di Kota Batam, direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2019 dan akan dihadiri oleh Ibu Negara, Hj.Iriana Joko Widodo.

“Ibu Negara direncanakan hadir pada acara penanaman mangrove di Pancur Pelabuhan, Tanjungpiayu ini. Segala alternatif kegiatan telah kita siapkan dan mohon bantuan kerjasama dan Pemerintah Provinsi Kepri agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,”ujar Heru.

Heru juga menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove akan dilaksanakan secara serentak di 12 Provinsi, dimasing-masing Provinsi akan dihadiri oleh Ketua PKK Provinsi/ Kabupaten/ Kota, FKPD, TNI, Polri, Pramuka serta pelajar.

Kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2019 di Taman Wisata Alam Muka Kuning, Kota Batam yang telah berlangsung sejak tanggal 05 Agustus 2019. (Presmedia)

Comments
Loading...