Ultimate magazine theme for WordPress.

Tertular Dari Ayah dan Ibunya, Siswa SD di Bintan Dinyatakan Positif COVID-19

Kepala dinas Kesehatan Bintan dr.Gamma AF Isnaeni

PRESMEDIA.ID,Bintan-Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Bintan dari kluster Pertamina kembali bertambah. Satu orang anak perempuan yang duduk di bangku sekolah SD, dinyatakan positif terpapara COVID-19 berdasarkan hasil uji Sweb PCR Laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan,dr Gama AF Isnaeni mengatakan, anak perempuan yang teridentifikasi positif COVID-19 itu, tertular virus dari ayah dan ibunya yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

“Anak yang positif COVID-19 itu berusia 9 tahun. Dia dari klaster Pertamina Tanjunguban yang merupakan pasien kasus nomor 8 positif COVID-19 di Bintan,”ujar Gamma, Senin (22/6/2020).

Korban anak yang tertular lanjut Dia, merupakan anak yang sebelumnya kontak erat dengan pasien El (38) dan Mr (32) yang merupakan orang tuanya. Ayah dan ibunya itu diketahui positif terpapara COVID-19 setelah hasil uji Swab PCR-nya dikeluarkan oleh Prodia dengan hasil positif COVID-19 pada Jumat (19/6/2020).

Mendapati pasutri tersebut positif COVID-19, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bintan langsung melakukan Rapid Diagnostic Tes (RDT) terhadap ketiga anaknya.

Dari hasil RDT, ke tiga anak pasutri itu hasilnya dinyatakan non reaktif, tapi setelah uji sampel swab lendor tenggorokannya melalui PCR lab baru diketahui positif COVID-19.

“Saat ini anak tersebut sudah dijemput untuk dibawa ke RSUP Raja Ahmad Thabib (RAT) Tanjungpinang, untuk perawatan lebih lanjut,”kata dr.Gamma.

Selain EL dan MR lanjutnya, Tim gugus tugas penanganan COVID-19 Bintan, juga menjemput pendatang baru di Tanjunguban, yang merupakan pelaut asal Palembang R (42). Pelaut yang berkunjung ke rumah kakaknya di Tanjunguban itu dinyatakan positif COVID-19 setelah hasil uji swab PCR keluar bersamaan dengan pasutri tersebut.

“Dengan adanya 4 kasus dari Tanjunguban ini, maka jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bintan menjadi 8 Kasus,”kata Gamma.

Kasus pertama seorang pria yang bekerja sebagai ABK KM Bukit Raya asal Provinsi Jawa Barat (Jabar) berusia 54 tahun yang meninggal dunia. Lalu pasien wanita 47 tahun yang merupakan TKW Malaysia dari Desa Kelong yang dinyatakan sembuh.

Selanjutnya pasien dari Tambelan seorang pria berusia 22 tahun yang sampai saat ini masih dirawat dan pasien yang sudah sembuh dari Gunung Lengkuas seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai buruh bongkar muat di Pertamina Kijang.

“Kita akan lakukan RDT lagi ke beberapa orang lagi di Tanjunguban. Semoga tidak ada yang reaktif ataupun positif Covid-19 di Bintan,”ujar Gama.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...