Ultimate magazine theme for WordPress.
Bhayangkara 74

Kasus TPPU Narkoba, PH Terdakwa Aman Tarik Keterangan Chaterine Saat Bersaksi di PN

Saksi Chaterine saat dihadirkan sebagai saksi meringankan terdakwa TPPU Narkoba Aman Alias Asun di PN Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kuasa Hukum Terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Aman alias Asun menarik keterangan Chaterine adik kandung terdakwa di PN Tanjungpinang.

Penarikan dan pembatalan keterangan saksi Chaterine itu, diakatakan Kuasa hukum terdakwa Rivai Ibrahim dalam sidang lanjutan kasus TPPU Narkoba terdakwa Aman alias Asun di PN Tanjungpinang,Selasa (23/6/2020).

Sebelum ditarik dan dihentikan pemeriksaan, saksi Chaterine yang sebelumnya disumpah mengatakan,† memiliki dua nomor rekening BCA atas namanya yang diperuntukan sebagai tabungan anak-nya dan tabungnya.

Rekening itu lanjutnya, dibuat pada Mei 2017† dengan saldo Rp 1 juta. Kemudian, ketika saksi pergi ke Singapura berkerja, ATM beserta buku tabungan Bank BCA tabunganya itu diberikan kepada terdakwa Aman alias Asun karena anaknya dititipkan ke terdakwa di Tanjungpinang.

“Di Singapura, saya kerja jaga anak dengan gaji 2 ribu dolar Singapura perbulan, jika dirupiahkan sekitar Rp.20 juta,”kata adik kandung Aman ini.

Mendengar hal itu, awalnya majelis hakim masih mengikuti cerita saksi. Namun saat saksi mengatakan, pernah menitipkan uang sebesar Rp.170 juta kepada terdakwa Aman alias Asun dalam bentuk dolar Singapura membuat mejelis hakim mulai bertanya.

“Saya lupa saldonya, itu uang saya kasi ke abang saya, uang dolar dan abang saya yang tukar ke rupiah,”kata Chaterine.

Mendengar keterangan saksi itu, Majelis Hakim mengatakan, keterangan yang disampaikan saksi bohong dan berbelit-berbelit jika di bandingkan dengan barang bukti buku tabungn saksi yang disita. Dalam tabungan itu, pada tanggal 3 April 2017 saksi hanya memiliki saldo Rp 1 juta.

“Ini akal-akalan kamu dan kamu banyak cerita. Ini ada gelagat kamu yang gak benar. Kalau kamu jujur tak panjang ceritanya. Karena ini sudah kelihatan gelagatannya,”tegas majelis hakim Eduard.

Selain itu, dalam dakwaan JPU terhadap Aman alias Asun, Jaksa Penuntut Umum juga menguraikan, dari 9 buku rekening yang disita sebagai† barang bukti kasus TPPU terdakwa, dua buku rekening atas nama Jamal dan Chaterine juga sempat digunakan terdakwa menampung dana yang diduga sebagai dana kasus TPPU itu.

Sayang-nya, dalam proses penyidikan, hanya aliran dana di rekening BCA dan ATM Mobile Banking atas nama Jamal yang dibuka. Sementara aliran dana dari rekening BCA Chaterine, hingga saat ini tidak terungkap. Kemudian, Chaterine, Isteri dan anak terdakwa yang juga rekeningnya disita sebagai barang-bukati† juga tidak dijadikan Jaksa sebagai saksi dalam perkara TPPU terdakwa itu.

Atas dasar itu, majelis Hakim Eduard bertanya kepada penasehat hukum terdakwa, apakah keterangan saksi itu akan terus dilanjutkan atau tidak, karena saksi tersebut sebelum di periksa juga disumpah.

“Kalau dalam keteranganya dia bohong, saya perintahkan jaksa agar ibu ini diproses dengan keteranganya. Sudah cukup..! tidak perlu dilanjutkan lagi. Sudah selesai, Ibu tidak jujur, saya khawatirkan nanti kalau dilanjutkan, panjang ceritanya,”kata Eduard kepada saksi.

Eduard juga mengatakan, kalau proses pemeriksaan saksi Chaterine itu dilanjutkan, semua akan ketahuan hingga hakim mewanti-wanti kesaksiaan adik terdakwa Aman Alias Asun itu banyak yang tidak benar.

“Takutnya semakin diperiksa semakin banyak berbohong, terus nanti tidak pulang kerumah. Padahal saksi memiliki anak dan keluarga,”ucapnya.

Mendengar pertanyaan itu, Kuasa Hukum Terdakwa Rivai Ibrahim mengatakan keterangan saksi meringankan Chaterine untuk terdakwa itu ditarik dan keberadaan saksi sebagai saksi meringankan dibatalkan.

“Pending saja Majelis,”singkat Rivai.

Sidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Eduard P Sihaloho, serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota, Julistar Ronal dan Corpioner kembali akan dilanjutan minggu mendaang dengan agenda mendengar tuntutan hukum Jaksa terhadap terdakwa,

Penulis:Roland

Comments
Loading...