Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Bakar Lahan Negara, Pekerja Kebun di Bintim Diamankan Polisi

PRESMEDIA.ID,Bintan- Seorang pekerja kebun Ra (44) yang iseng membakar ranting, hingga mengakibatkan hutan lindung milik negara di gunung Lengkuas Bintan Timur kabupaten Bintan terbakar, diamankan Polisi, Jum’at (02/8/2019).

Kapolsek Bintim AKP Muchsin Nadjar mengatakan, Kebakaran lahan milik negara yang disebabkan tersangka iti terjadi pada hari Minggu 31 Juli 2019 pukul 13.00 wib.

Awalnya, kata Kapolsek, tersangka Ra yang merupakan pekerja kebun milik Inengah, membersihkan dan membakar ranting dilokasi pekerjaanya. Namun saat api ditinggalkan untuk bekerja ditempat lain. Api merambat hingga ke kawasan hutan lindung, dan memgakibatkan kebakaran hutan.

Diakatakan Muchlis, saat pelaku meninggalkan lokasi yang dibakar, kondisi angin saat itu kencang yang mengakibatkan api merembet ke hutan lindung persis disebelah lahan milik Ineng.

“Pelaku memgaku sempat meninggalkan lokasi tempat ranting yang dibakar. Kemudian saat pelaku kembali, dia melihat api sudah membesar dihutan,”sebutnya.

Saat itu, lanjut Muchlis, pelaku juga mengaku sempat berusaha memadamkan api dengan menyuramkan air untuk memadamkan api, namun api tersebut tidak bisa padam karena sudah membesar dan luas.

Saat ini pihak kepolisian akan melakukan koordinasi dengan dinas lingkungan hidup dan kehutanan (DLHK) provinsi untuk mengetahui pohon apa saja yang habis terbakar dan akan dilakukan pengukuran luas lahan hutan lindung yang terbakar.

“Kita akan berkoordinasi dengan DLHK dan melakukan perhitungan kembali luas lahan yang terbakar dan pohon apa saja yang ikut terbakar”jelas Kapolsek yang saat itu didampingi Kanit Reskrim IPDA M. Fajri.

Sementara itu, pelaku Ra (44) yang konfirmasi wartawan mengaku, kejadian kebakaran dihutan lindung itu, tidak disengajanya, dan akibat kelalaianya meningalkan api di kebun yang dibersihlan merembes ke hutan lindung disebelah kebun yang dikerjakan.

“Kejadianya tidak saya sengaja, Api yang ada dikebun yang merembet hingga terjadi kebakaran besar,”ujarnya.

Ra, juga mengakui jika lahan yang berada di kebun yang dibersihjan merupakan hutan lindung yang didalamnya ada papan tertulisan “Lahan ini milik negara”.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi 6 ranting bekas pemkarana, Empat batang pipa peralon, 1 buah cangkul, 1 buah parang, dan 1 mancis yang digunakan pelaku pemekaran.

Atas kejadian tersebut R dikenakan pasal 78 ayat 4 undang – undang RI tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Untuk proses hukum lebih lanjut, saat ini Ra (44) diamankan di Mapolsek Bintan Timur (Bintim). (PRESMEDIA)

Comments
Loading...