Ultimate magazine theme for WordPress.

Warga Miskin di Kundur Ini Minta Perhatian Bupati Karimun

Syahrudin warga miskin di RT 01-RW 06 Kelurahan Tanjung Berlian kecamatan Kundur-Karimun meminta perhatian Bupati Anur Rafiq.

PRESMEDIA.ID,Karimun- Syahrudin warga miskin di RT 01/RW 06 Kelurahan Tanjung Berlian kecamatan Kundur Karimun meminta perhatian Bupati Anur Rafiq agar melihat masyarakat pulau terluar di Karimun yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Warga Tanjung Berlian Kundur ini mengatakan, Keseharianya hanyalah buruh penoreh getah milik orang dan kerja serabutan. Dengan kondisi cuaca yang sering hujan saat ini membuat Syahrudin tidak bisa menoreh getah.

“Harga getah pun saat ini juga turun,”ujarnya saat ditemui dirumahnya belum lama ini.

Pantuan Media di lokasi, keluarga miskin Syahrudin di Kundur hidup dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Tinggal disebuah rumah gubuk tanpa kamar dengan dapur tanah disampingnya, sangat jauh dari tempat tinggal yang layak.

Baca Juga

Syahrudin mengaku, dia dan isteri bersama 3 orang anaknya, tinggal dirumah gubuk itu sudah dua Tahun. Tapak rumah gubuk-nya juga merupakan lahan milik orang yang tanahnya ditumpangi untuk ditempati.

“Saya cuma mampu buat pondok seperti ini untuk tempat berteduh saya dan keluarga”sebutnya.

Sedangkan ketiga anaknya yang sudah beranjak gadis dan seharusnya sudah masuk SD dan SMP, hingga saat ini juga tidak sekolah akibat tidak ada biaya.

“Saya gak mampu pak untuk membiayai anak sekolah, karena untuk makan sehari hari saja susah”tuturnya.

Syahrudin juga mengatakan, selama 2 tahun hidup di gubuk bersama keluarganya, juga jarang mendapat bantuan dari pemerintah.

Kemarin kata Syahrudin, dapat bantuan sembako hanya dari provinsi, kemudian ada bantuan dari organisasi masyarakat sekali.

“Harapan saya semoga pak bupati Karimun hatinya terbuka untuk membantu kami masyarakat pulau terluar yang sangat kesusahan, dan semoga anak-anak saya bisa sekolah lagi hanya itu harapan saya”ujarnya.

Mukhlisin warga Kundur mengatakan, Syahrudin adalah salah satu dari sekian banyak warga di pulau-pulau luar Karimun yang hidup dibawah garis kemiskinan.

“Selain Syahrudin, banyak warga di pulau-pulau terluar ini yang bernasib sama, bahkan lebih miris dari Syahrudin,”sebunya.

Bahkan yang lebih menyedihkan lanjut Mukhlis, hingga saat ini belum ada bantuan riel dari pemerintah daerah yang benar-benar dapat meringankan beban sejumlah warga tersebut.

“Seharusnya, ini menjadi tangung jawab pemerintah,”pungkasnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...