Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPK Panggil Pejabat KKP Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi Nurdin

Pimpinan KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Ist)

PRESMEDIA.ID,Jakarta- Selain memanggil Asisten II Ekonomi Pembangunan Provinsi Kepri adalah Syamsul Bahrum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kasubdit Zonasi Daerah Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Krisna Samudra pada Jumat,(2/8/2019).

Dikutip dari Tirto.id, Krisna Samudra diperiksa untuk kasus dugaan suap reklamasi Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (NBA).

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NBA,”kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan,Jumat (2/8/2019).

Sebelumnya, KPK juga telah memperpanjang masa penahanan Nurdin bersama tiga tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus suap terkait dengan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan ruang laut proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau Tahun 2018/2019.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 31 Juli 2019- 8 September 2019,”kata Febri,Selasa (30/7/2019) lalu. Selain Nurdin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono juga ditahan, demikian juga tersangka Abu Bakar sebagai pengusaha.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap dan gratifikasi dalam kasus ini, Gubernur Riau Nurdin Basirun disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11, dan Pasal 12 huruf b UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan dua bawahannya, Edy Sofyan dan Budi, KPK menyangkakan dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan tersangka Abu Bakar, dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Presmed/Tirto.id)

Comments
Loading...