Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Kasus Pelayaran, Hakim Admiral Hukum Percobaan Nakhoda MT.Royal Diamond

Kasus Pelayaran, Hakim Admiral Hukum Percobaan Nakhoda MT.Royal Diamond.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Ketua PN Tanjungpinang Admiral SH yang menjadi majelis hakim kasus pelayaran, menghukum 4 bulan dengan masa percobaan 6 bulan tanpa dijalani, terdakwa Kyi Lwin Nahkoda Kapal MT.Royal Diamond berbendera Marshal di PN Tanjungpinang,Kamis (25/6/2020).

Selain hukuman percobaan tanpa dijalani, terdakwa juga diponis hukuman denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Putusan ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eka Putra Kristiawan Waruwu yang sebelumnya menurut terdekat dengan tuntutan 3 bulan penjara (Masuk-red) denda Rp.150 juta subsider 4 bulan.

Putusan ini di bacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Admiral serta didampingi oleh Majelis Hakim Anggota, Eduard P Sihaloho dan Guntur Kurniawan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Dalam putusanya, Admiral menyatakan terdakwa terbukti bersalah terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pelayaran, sebagai dakwaan tunggal pasal 317 jo pasal 93 undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

“Menghukum terdakwa dengan hukuman 4 bulan, dengan masa percobaan 6 bulan. Apabila terdakwa tidak ada perbuatan pidana selama masa percobaan pidana terdakwa sudah selesai. Denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan penjara,”kata Admiral.

Sementara itu barang bukti dokumen-dokumen kapal dan kapal MT.Royal Diamond berbendera Marshal dikembalikan kepada pemiliknya melalui terdakwa.

Atas putusan ini, terdakwa yang didampingi oleh penerjemah dan Penasehat Hukumnya, Yanuarda Yudo Persian menyatakan menerima. Sementara itu JPU menyatakan pikir-pikir selama satu pekan.

Dalam dakwaan JPU, kapal kargo MT. Royal Diamond berbendera Marshal Island yang dinakhodai Terdakwa Kyi Lwin, diamankan KRI Krait- 827 TNI-AL saat melakukan Lego jangkar di posisi 01° 21’ 00” U-104° 36’ 00” T di teritorial laut Indonesia.

Saat dilakukan pemeriksaan, MT.Royal Diamon, yang sebelumnya berlayar dari merak Banten Indonesia menuju Singapura, engker dilaut Indonesia tanpa izin.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...