Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Solar Langka di Kepri Isidianto Warning Pertamina

Plt.Gubernur Isdianto memanggil Pertamina atas kelangkaan solar, yang mengakibatakan kapal penumpang banyak yang tidak berlayar di Kepri (Ist)

PRESMEDIA.ID,Batam-Panggil Pertamina atas keluahan masyarakat tentang langka dan terbatasnya BBM solar, hingga menyebabkan sejumlah kapal laut tidak bisa berlayar. Plt.Gubernur Kepri meminta Pertamina menangani kelangkaan Solar tersebut, hingga agar tidak ada lagi kelangkaan pasokan minyak khusunya untuk transportasi kapal laut yang mengangkut penumpang antar pulau di Kepri.

“Bulan-bulan berikutnya jangan langka lagi. Jangan menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah baru. Kalau untuk masyarakat, kami harus bergerak cepat,”kata Isdianto saat menerima perwakilan Pertamina Kepri di Graha Kepri,Batam,Jumat (2/8/2019).

Sebelumnya tegas Isidanto, sejumlah kapal antar pulau di Kepri sempat mengeluh. Mereka tidak berlayar karena kelangkaan solar pada tanggal 1 dan 2 Agustus.

Sejumlah kapal laut angkutan masyarakat itu antara lain, kapal yang menuju Selatpanjang, Tanjungbalai, Tanjungbatu dan Seiguntung Tembilahan, khususnya kapal yang bergerak dari Sekupang.

Pemanggilan Pertamina itu, dikatakan Isdianto, adalah untuk memastikan tak ada lagi kelangkaan di bulan-bukan berikutnya. Karena, baru dua hari terjadi kelangkaan kapal terganggu perjalanannya hingga berdampak pada terganggunya perputaran ekonomi masyarakat.

“Kita berharap semua normal. Tak ada lagi kelangkaan. Dan kai berharap ada langkah pasti dari Pertamina dan pemerintah Provi9nsi siap membantu,”kata Isdianto.

Dalam pertemuan singkat tersebut, langkah pasti Pertamina Kepri diharapkan Isdianto segera terealisasi.

Menanggapi kelangkaan BB itu, Pertamina menjelaskan, bahwa pada Juni dan Juli 2019, dikatakan ada peningkatan jumlah kapal yang berlayar dari Sekupang.

Penyebab lain terjadinya kelangkaan, dikatakan Peetamina,karena faktor Lebaran, libur sekolah dan tingginya tiket pesawat yang diasumsikan menjadi penyebab meningkatnya masyarakat pengguna kapal laut. Jika sebelumnya hanya sepuluh kapal, pada Juni lalu ada 18 kapal yang berlayar.

Dengan kondisi itu, Isdianto menekankan, perlu kembali dilakukan penghitungan, dan dengan langkah tersebut diharapakan tak ada lagi kelangkaan atau tertundanya solar yang masuk.

“Kalau kita diamkan tak akan selesai masalah. Segera lakukan langkah pasti agar permasalahan ini tak timbul lagi,”tegas Isidianto.(Presmedia)

Comments
Loading...