Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polres Tanjungpinang Selamatkan Warga Pingsan Penderita Epilepsi di Tengah Jalan

Anggota Polres Tanjungpinang saat menangani Warga Penderita Epilepsi

PRESMEDIA.ID,Tanjugpinang-Upaya responsif kemanusiaan anggota Polres Tanjungpinang patut diapresiasi. Tak lama setelah mendapat laporan dari warga, atas pristiwa, pingsanya seorang warga akibat penyakit Epilepsi, di halte jalan Wiratno depan Ramayana,Sabtu,(3/7/2019).

Tanpa menunggu lama, ketika warga menelephon Kepolisian, Satuan Shabara dan Satlantas Polres Tanjungpinang langsung turun ke lokasi.

Setelah melihat situasi dan kondisi warga yang dijetahui bernama Tengku Dani (19), anggita Kepolisian langsung melakukan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi melalui Kasat Sabhara AKP Darmin mengatakan, membenarkan adanya warga yang tergeletak di tepi jalan tetapnya di halte bus Ramayana kota Tanjungpinang itu, sebagai mana yang dilaporkan warga.

“Saat nggota ke lokasi, korban dalam kondisi tergeletak, dan diduga terjatuh dari bangku halte, akibat penyakit Epilepsi yang diderita.Dan saat itu juga kita bawa ke Rumah sakit menggunakan Cabin Patroli Shabara untuk mendapat perawatan,”ujarnya.

Saat kejadian, korban belum ada yang menolong, dan keluarganya belum diketahui tinghal dimana. Namun setelah korban dibawa ke Rumah sakit, baru diketagui, jika korban menurut keluarganya, memang menderita penyakit Epilepsi.

“Saat ini korban susah ditangani pihak dokter dan keluarga korban sudah diketahui dan sudah berada di Rumah Sakir menemani korban,”ujarnya.

Sekedar mengingatkan, Penyakit Ayan atau epilepsi adalah penyakit kronis yang memiliki ciri khas berupa kejang saat kambuh, yang seringnya muncul tanpa pencetus. Kejang epilepsi terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat (neurologis) yang menyebabkan kejang atau terkadang hilang kesadaran.

Dalam banyak kasus, penyebab penyakit epilepsi tidak diketahui. Namun, epilepsi biasanya melibatkan otak yang terpengaruh akibay faktor, genetik, Cedera pada kepala, Penyakit menular, Cedera sebelum persalinan dan Gangguan perkembangan.

Perawatan untuk penyakit ayan atau Epilepsi, menurut pakar kesehatam, difokuskan untuk mengendalikan kejang, walau tidak semua orang dengan kondisi ini memerlukan perawatan.

Banyak obat epilepsi yang tersedia untuk mengontrol kejang. Pilihan obat epilepsi biasanya berdasarkan oleh faktor seperti toleransi pasien terhadap efek samping, penyakit lain yang dimiliki, serta metode penyampaian obat.

Walau jenis ayan sangat bervariasi, pada umumnya obat epilepsi dapat mengendalikan kejang pada 70 persen pasien. Namun, terdapat beberapa efek samping dari obat epilepsi yang harus diwaspadai

Pertolongan pertama saat penyakit Epilepsi kambuh

Jika ada kerabat ataupun orang di sekitar Anda yang sewaktu-waktu mengalami kejang ayan atau kejang epileptik tonik-klonik, yaitu kejang yang diikuti oleh kekakuan otot dan kehilangan kesadaran yang membuat orang tersebut berisiko terjatuh, jangan panik dan tetaplah bersama orang tersebut.

Hitung waktu kejang dari awal hingga akhir. Longgarkan pakaian di sekitar lehernya. Singkirkan benda-benda tajam dan berbahaya (kacamata, furnitur, benda keras lainnya) dari orang tersebut.

Jika ada, mintalah orang di sekitar Anda untuk mundur dan memberi ruangan untuk orang tersebut, Selanjutnya, secara perlahan, barinkan orang tersebut dalam posisi miring secepat mungkin, taruh bantal (atau sesuatu yang lembut) di bawah kepalanya dan buka rahangnya untuk membuka jalur pernapasan yang lebih baik sekaligus mencegah orang tersebut dari tersedak air liur atau muntah.

Seseorang tidak bisa menelan lidahnya, tapi lidah bisa terdorong ke belakang dan menyebabkan terhalangnya jalur napas. Terus berkomunikasi dengan orang tersebut sehingga anda tahu kapan mereka telah sadar.

Setelah korban sadar, ia mungkin merasa linglung. Tetap temani dan tenangkan korban.Jangan tinggalkan korban sendirian sampai ia merasa benar-benar kembali fit.

Jangan Lakukan Ini ke Korban Kejang Epilepsi

Hal yang tidak boleh dilakukan terhadap korban Epilepsi, Menahan kejang atau mengekang orang tersebut. Hal ini bisa berakibat cedera, Memasukkan benda apapun ke dalam mulut korban atau menarik lidahnya keluar yang bisa menyebabkan cedera. Memberi makan, minum, atau obat sampai korban benar-benar pulih dan sadar sepenuhnya, dan segera cari bantuan Medis segera.(Premedia)

Comments
Loading...