Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Arif Fadillah Ajak Masyarakat Jaga Budaya Melayu

Sekda Kepri Arif Fadillah saat membuka Pelatihan pembuatan Tanjak yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri bekerja sama dengan Pengurus Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu.(Ist)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Hadirkan Pengurus Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu dari Malaysia. Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri menggelar pelatihan pembuatan Tanjak di Aula Wan Seri Beni, kantor Gubernur Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang,Sabtu(4/8/2019).

Sekretaris Daerah provinsi Kepri H TS Arif Fadillah saat membuka kegiatan mengatakan, peran Budaya dan Agama menjadi penting sebagai sarana menghindari efek negatif era modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat saat ini.

“Menjaga budaya, berarti kita menjadikan budaya sebagai jati diri. Masyarakat harus bangga dengan jati diri yang di miliki dalam menyongsong masa depan,”ujar Arif.

Selaku orang Melayu, lanjut Arif, tentu harus tau berbagai rekam sejarah budaya dengan keberagaman kekayaan yang dimiliki. Masyarakat diharapkan mau untuk terus mempelajari jati dirinya sebagai orang Melayu. Dalam mengembangkan tradisi dan budaya Melayu, peran serta Lembaga Adat Melayu dikatakan Arif, juga sangat dibutuhkan Pemerintah, dalam meningkatkan wawasan masyarakat serta pembangunan kebudayaan.

Baca Juga

“Pemerintah akan terus mendukung setiap kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan wawasan kebudayaan Melayu. Kerjasama bersama Lembaga Adat Melayu juga sangat dibutuhkan sebagai arah dan rujukan dalam setiap kebijakan,”kata Arif.

Dengan pelatihan pembuatan tanjak yang dilaksanakan, lanjut Arif diharapkan dapat meningkatakan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tanjak. Karena, berbagai macam versi dan model tanjak, juga memiliki ciri khasnya masing-masing.

“Apakah untuk digunakan sehari-sehari ataupun untuk digunakan dalam momen maupun acara tertentu,”ujarnya.

Penggunaan Tanjak dalam kehidupan sehari-hari ditambahkan Arif juga perlu disosialisasikan, hal itu dibuktikan oleh pemerintah kota Tanjungpinang yang dalam hari kerjanya (Jumat) menggunakan pakaian kurung melayu dengan tanjak.

“Ini menunjukan bahwa penggunaan tanjak kembali bangkit kepermukaan untuk menunjukan eksistensinya, semangat ini harus terus kita jaga dan tingkatkan, kedepan diharapkan akan ada lagi kegiatan lainnya seperti latihan membuat pantun dan membaca gurindam 12,”tambahnya lagi.

Tidak hanya soal tanjak dan berpakaian, menurut Arif budaya melayu juga mengajarkan tentang tata krama dan etika dalam kehidupan. Terlebih Melayu identik dengan Islam yang dalam kehidupan selalu berpedoman pada agama dan Alquran.

“Kita harus menujukan, bahwa budaya Melayu itu hadir tidak hanya dengan kekhasan soal berpakaianya. Tetapi bagaimana tata krama yang baik serya etika yang santuk juga harus ditunjukan dalam kehidupan,”kata Arif.

Pada kesempatan itu, Arif Fadillah juga menerima pemakaian tanjak oleh Pengurus Akademi Seni Tradisional Warisan Melayu Johan Iskandar bin Abdul Karim. (Presmedia)

Comments
Loading...