Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dikonfirmasi Pemeriksaanya di KPK, Syamsul Bahrum Kabur Tinggalkan DPRD

Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun dan Asisten II Provinsi Kepri Syamsul Bahrum.(Presmed)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Asisten II sekretaris provinsi Kepri, Syamsul Bahrum kabur, dan tinggalkan gedung DPRD Kepri saat dikonfirmasi wartawan mengenai pemeriksaanya sebagai saksi di KPK, atas dugaan suap dan gratifikasi gubrnur Non aktif, Nurdin Basirun dan mantan Kepala Dinas Perikanan Kepri Edy Sofyan.

Syamsul Bahrum, yang saat itu datang menghadiri paripurna di kantor DPRD Kepri, kembali pulang meninggalkan gedung Dewan, setelah sebelumnya menandatangani absen, dan permisi ke Plt.Gubernur Kepri Isdianto di kantor DPRD Kepri, Senin,(5/8/2019).

“No Command, No Command”ujarnya pada wartawan sambil bergegas pulang.

Demikian juga saat disinggung mengenai posisinya sebagai Asistem II bidang ekonomi pembangunan dan merupakan liding sektor dan pemberi masukan dan disposisi, pada setiap surat dan keputusan yang ditandatangani oleh Nurdin Basirun saat menjabat sebagai gubenur.

Baca Juga

“Saya tidak mau mengomentari itu, santai aja,”ujar Syamsul yang buru-buru menaikai mobilnya.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil pejabat Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau Syamsul Bahrum Kamis,(1/8/2019).

Syamsul bahrim dikatakan Febri diperiksa untuk kasus dugaan suap reklamasi Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi tersangka NBA,”kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Infrormasinya, Asisten II pemerintah Provinsi Kepri ini diisukan sebagai saksi kunci dugaan gratifikasi gubernur nonaktif Nurdin Basirun dan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan itu di dipanggil KPK Untuk diperiksa.

Asisten di pemerintah provinsi Kepri ini disebut, merupakan orang kepercayaan Nurdin Basiru dalam pengurusan dan pengeluaran Izin prinsif reklamasi laut di Tanjung Piayu Batam milik Kok Meng, yang ditandatangan Nurdin Basirun tanpa melalui prosedural birokrasi administrasi pemerintahan.(Presmedia)

Comments
Loading...