Ultimate magazine theme for WordPress.

Jelang Hari Raya Kurban, Hewan Masuk Bintan Wajib PCR-Lab Balai Veteriner

Kepala seksi (Kasi) Kesehatan Hewan DKPP Bintan, drh.Iwan Berry Prima.

PRESMEDIA.ID,Bintan- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menginstruksikan agar peternakan hewan kurban wajib menerapkan higiene personal, dan mewajibkan PCR Laboratorium Balai Veteriner daerah asal ternak bagi sapi yang masuk ke Bintan.

Kepala DKPP Bintan Khairul mengatakan, higiene dan PCR laboratorium semua hewan ternak yang masuk ke bintan itu dilakukan agar setiap hewan bebas dari penyakit menular menjelang perayaan Idul Adha atau kurban pada Juli 2020 mendatang.

“Tujuannya agar semua hewan kurban yang dipotong sebagai stok hewan kurban sehat dan tidak menularkan penyakit jika masyarakat mengonsumsinya,”ujar Khairul,Senin (29/6/2020).

Di Kabupaten Bintan lanjut Dia, peternak memelihara ternak dengan metode penggemukan baik sapi maupun kambing.

Dinas peteranakan Bintan lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap hewan yg akan dijadikan sebagai stok hewan kurban di tiap kandang tingkat peternak tersebut

“Hingga Jumat (26/6/2020) kami sudah melakukan pengawasan terhadap 928 ekor hewan ternak yang terdiri 515 ekor ternak sapi dan 413 ekor ternak kambing yang tersebar di 7 kecamatan,”jelasnya.

Ditempat terpidah, Kasi Kesehatan Hewan DKPP Bintan, Drh Iwan Berri Prima mengatakan peternak hewan kurban juga wajib menerapkan protokol kesehatan di lokasi tempat penjualan hewan kurban.

“Peternak juga diwajibkan menerapkan higiene personal,”sebutnya.

Dengan menerapkan higiene personal, setiap orang yang keluar masuk tempat penjualan ternak wajib melakukan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer dan gunakan masker (CPTS). Kemudian sediakan fasilitas untuk CPTS itu sendiri.

Lalu melakukan pemeriksaan kesehatan awal melalui pengukuran suhu tubuh bagi orang yang masuk tempat kandang ternak.

“Tujuannya adalah agar jangan sampai muncul cluster baru gara-gara penjualan hewan kurban ini,”ucapnya.

Sedangkan untuk pengawasan dan pengecekkan kesehatan hewan kurban pihaknya dibantu oleh 4 orang tenaga paramedis veteriner dibawah koordinasi UPTD RPH dan Puskeswan serta 3 orang tim staf pelaksana.

Memang sejauh ini untuk ternak sapi dan kambing serta ternak ruminansia lainnya tidak dapat menularkan penyakit corona virus disease (covid-19).

“Belum dijumpai baik antar ternak maupun dari ternak ke manusia yang tertular Covid-19. Tapi penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan agar sesama masyarakat saling terlindungi,”katanya.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...