Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tiru Gaya Nurdin Sering Jalan-Jalan, Isdianto Mengaku Tetap Bagi Waktu

Plt.Gubrnur Kepri Isdianto saat memberi keterangan pada media (Presmedia)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Krisis kepemimpinan di Kepri yang menyebabkan dalam 5 tahun terjadi pergantian gubernur hingga 3 kali sangat berdampak pada efektivitas program pembangunan daerah dan merugikan masyarakat.

Lemahnya performen laidership dan management birokrasi akibat kepala derah suka jalan-jalan dan mengabaikan pengendaliaan internal management Birokrasi, diindikasikan menjadi penyebab pimpinan kepala daerah di Kepri terjerumus kedalam dugaan korupsi, suap dan gratifikasi.

Mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah mengatakan, Kepala daerah yang suka kerjanya jalan-jalan serta mempercayakan sepenuhnya pelaksanaan program kegiatan dan kebijakan birokrasi pada bawahan, akan sangat berbahaya terhadap posisi seorang Kepala Daerah.

“Terhadap kepemimpinan Nurdin Basirun, dari awal saya sudah peringatkan. Sangat berbahaya bagi dirinya mempercayakan sepenuhnya management birokrasi pemerintahan kepada bawahan,”ujar Ismeth Abdullah pada wartawan belum lama ini.

Mantan ketua Otorita Batam mencontohkan, walaupun seorang pimpinan kepala daerah sama sekali, tidak menerima dugaan suap dan gratifikasi, Tetapi akibat tidak adanya pengawasan dan evaluasi management laider ship birokrasi yang dilakukan, akan membuat kepala daerah masuk dalam kubangan korupsi.

“Dari awal, saya sudah prediksi posisi Nurdin sebagai kepala Daerah yang sering keluar dan jalan-jalan serta tidak memperhatikan management birokrasi sangat berbahaya dan berdampak buruk pada dirinya,”kata Ismeth.

Hal ini,lanjut Ismeth, hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi pimpinan pemerintah provinsi, Dan kepala daerah tidak lagi melakukan politik pencitraan, dengan hanya jalan-jalan ke sejumlah daerah.

Isdianto yang di konfrimasi wartawan atas performant-nya sebagai Plt.Gubernur Kepri yang masih meniru gaya kepemimpinan Nurdin yang terus jalan-jalan ke sejumlah pulau dan kurang mengontrol management birokrasi pemerintahan yang dipimpinanya, mengatakan akan membagi waktu persentase dirinya untuk menyapa masyarakat serta di kantor untuk menjalankan management birokrasi pemerintahan.

Ia juga mengatakan, untuk bersilaturahmi, tentu tidak ada yang melarang. Dan mengenai pekerjaan diakuinya memang sepenuhnya dipercayakan pada pimpinan birokrasi di pemerintahan Provinsi Kepri.

“Insyaallah, saya akan membagi waktu, berapa persen untuk dikantor dan berapa persen untuk menyapa masyarakat,”kata Isdianto pada wartawan, Senin,(5/8/2019).

Isdianto juga membantah, kalau aktivitas jalan-jalan silaturahmi yang dilakukan ke masyarakat di sejumlah daerah untuk sosialisasi Pemilihan Gubernur 2020 mendatang. Tetapi hal itu dikatakan atas undangan dari masyarakat.

“Kalau kita diundang apa lagi yang mengundang bupati atas nama masyarakat, Kalau kita tidak datang nanti apa katanya. Tentu-lah kita datang kecuali kalau kita tidak kenal. Dan tentunya tidak semua undangan juga saya datang,”katanya.

Dan dalam setiap kunjungan memenuhi undangan, lanjut Isdianto dirinya selalu meminta pada masyarakat agar mejaga hubungan silaturohim dan kekompakan. Karena dengan silaturohim dan kekompakan itu apapun bisa akan bisa buat.(Presmedia)

Comments
Loading...