Ultimate magazine theme for WordPress.
Banner Pemko

Kejati Kepri Bantah Bisa Diatur dan Minta Dana Untuk SP3 Status Tersangka Korupsi

Gedung Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang Tanjungpinang.(Presmed)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kejaksaan Tinggi Kepri membantah, bisa diatur makelar kasus (Markus) yang mengatas namakan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri yang menipu tersangka korupsi IUP-OP tambang Bauksit.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Kepri Agus Sunaryo menegaskan, dalam penanganan Korupsi IUP-OP tambang yang sedang dilakukan, tidak ada permintaan atau segala macam hal dari Kajati Kepri kepada siapapun.

Kejasaan Tinggi Kepri lanjut Agustian, juga sangat menyesalkan, apa yang dilakukan tersangka yang membawa-bawa nama Kejati, karena sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi Kepri, juga sudah menyampaikan pada masing-masing tersangka, agar tidak percaya terhadap orang-orang tertentu yang mengatas namakan Kejati.

“Masing-masing tersangka sebelumnya juga sudah disampaikan, jangan percaya kalau ada pihak-pihak tertentu, yang meminta sesuatu dengan alasan bisa membantu perkara ini,”ujar Agustian Senin (29/6/2020).

Saat diperiksa, lanjut dia, masing-masing tersangka juga diminta kalau ada informasi seperti mengatasnamakan Jaksa di Kejati agar dapat disampaikan ke kejaksaan tinggi Kepri. Hingga apa yang terjadi pada terangka Junaedi, mutlak merupakan perbuatanya bersama dua tersangka Fr dan rekanya Bw yang sampai saat ini sedang dicari.

“Kedekatan Kajati Kepri dengan Tersangka bersama rekanya, sama sekali tidak ada dan hanya baru kenal aja,”ujar Agustian Sunaryo.

Mengenai photo yang ditunjukan terduga pelaku Bw, Agustian mengatakan kalau photo tersebut diambil ketika pelaku bersama temanya Khairul datang menemui Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang beberapa waktu lalu.

“Bukan dia (Fr dan Bw -red) yang kenal Kejati, tetapi ada temanya bernama Khairul pernah datang bersama yang bersangkutan ke Kajati Kepri,”sebut Agustian.

Kedatangan Khairul bersama Bw, dikatakan Agustian, adalah untuk silaturahmi, dan saat mau pulang Khairul dan Bw meminta foto bersama dengan Kejati Kepri.

“Ada temanya yang bernama Khairul, yang kenal dengan Kejati datang menghadap dengan membawa Bw,”ujarnya.

Kedatangan Khairul sendiri menghadap Kepala Kejaksaan Tinggi, saat itu juga adalah untuk meminta bantu mengenai kasus tersebut, Namun oleh Kejati Kepri menyatakan “Tidak bisa”.

Dan dalam pertemuan itu, Bw yang ikut bersama Khairul memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto ria, dengan Kejati Kepri, dan foto itu yang digunakan sebagai bahan untuk meyakinkan korban Juanidi.

“Dari klarifikasi yang kami lakukan, kedatangan dan pertemuan Khairul yang membawa rekanya Bw saat itu ke Kejati Kepri, dilakukan setelah ada transaksi penyerahan uang Rp.500 juta, dari Junaedi ke Fr dan Bw,”ujarnya.

Jadi dengan kata lain, transaksi duitnya sudah terjadi, kemudian Bw menunjukan foto itu ke tersangka yang menjadi korban penipuan.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Tanjungpinang mengamankan Fr terduga makelar kasus yang meminta dana Rp 500 juta dari Tersangka korupsi izin IUP-OP Tambang bauksit Junaidi yang ditetapkan kejaksaan Tinggi Kepri.

Penangkapan terhadap Fr dilakukan polisi atas Laporan korban Junaidi atas pemberian dana “Suap” Rp.500 juta kepada pelaku untuk diberikan ke Kejaksaan Tinggi Kepri, guna menyelesaikan perkaranya.

AKP Rio Reza Perandi mengatakan, yang melaporkan kasus penipuan intu adalah korban Junaidi dari Mitra BUMDES MJ. Korban mengaku ditipu oleh dua orang yang dapat menyelesaikan kasus yang menjeratnya di Kejaksaan Tinggi Kepri.
Atas laporan korban selanjutnya Polisi mengamankan Fr ddisebuah Cafe di Tiban kota Batam.

Sedangkan satu orang rekanya Bw masih dalam pengejaran karena melarikan diri tak lama setelah rekanya sesama penipu Fr ditangkap Polisi.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...