Ultimate magazine theme for WordPress.
Bhayangkara 74

Lakukan TPPU Narkoba, Aman Alias Asun Dituntut 8,6 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum saat membacakan tuntutan dalam kasus Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Nakroba di PN Tanjungpinang dengan Terdakwa Aman Alias Asun yang berlangsung secara Online di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Narkoba Aman alias Asun dituntutan 8 tahun dan 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri SH di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (30/6/2020).

Selain hukuman pokok, Aman alias Asun juga dihukum membayar denda Rp 5 miliar subsider 6 bulan kurungan dalam sidang yang berlangsung secara online.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa Aman alias Asun terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagai mana dakwaan Pasal 3 UU RI nomor 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Menuntut terdakwa Aman alias Asun dengan tuntutan 8 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 5 miliar subsider 6 bulan kurungan,”kata Zaldi Akri.

Atas tuntutan ini terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya menyatakan akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim, Eduard P Sihaloho, serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Ronal dan Corpioner menunda persidangan hingga dua pekan, Selasa(14/7/2020).

Sekedar mengingatkan,terdakwa Aman Alias Asun, ditetapkan sebagai terangka kasus TPPU berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) Polres Tanjungpinang nomor: SPDP/52/VII/ 2018/Resnakoba tanggal 21 Juli 2018 yang dikeluarkan mantan Kasat narkoba Polres Tanjungpinang AKP.Efendi Ali.

Kendati kasus ini sempat mangkrak dan mengendap di Polres Tanjungpinang, Namun akhirnya Penyidik Satnakroba melimpahkan bekas perkara TPPU Asun ke Jaksa Penuntut umum untuk disidangkan di PN Tanjungpinang.

Asun sendiri, ditangkap dan diamankan Polisi setelah sebelumnya Satnarkoba Polres Tanjungpinag menangkap Ijak Khung alias Apek pemili pil Ekstasi.

Selanjutnya, saat diintrogasi, tersangka Aman alias Asun mengaku sejumlah barang haram tersebut diperoleh dan dibawanya dari Malaysia ke Tanjungpinang.

Dari pengakuan itu, Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap hand phond milik terdakwa Aman dan Oleh Kasat narkoba Efendi Ali saat itu terdakwa Aman diminta untuk membuka Mobile Banking BCA miliknya.

Pada mobile banking terdakwa, Polisi menemukan banyak transaksi keuangan yang masuk atau pun yang keluar. Dari pengakuan tersangka terangka, transaksi uang yang masuk dan keluar dari rekeningnya itu merupakan upah dan imbalan yang diperolehnya dari transaksi dan membawa narkoba yang dilakukanya dari Malaysia ke Indonesia.

Selain itu tersangka Aman Alias Asun juga mengakui, upah uang dari membawa narkotika sabu dan ekstasi dari Malaysia itu diterimanya melalui transperan dana ke rekenng BCA atas nama Jamal yang dikuasai dan dipegangnya.

Penulis:Roland/Redaksi 

Comments
Loading...