Ultimate magazine theme for WordPress.
Bhayangkara 74

BAP Tak Kunjung Dilimpah ke PN, Tersangka Korupsi Tambang Akhirnya Praperadilkan Kejati Kepri

Gedung Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang Tanjungpinang.(Presmed)
Gedung Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang Tanjungpinang.(Presmed)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Satu dari 12 Tersangka dugaan korupsi IUP-OP tambang Bauksit mempraperadilkan Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Kepri atas penetapan pemohon sebagai tersangka.

Peraperadilan diajukan Arif Rate melalui Kuasa Hukumnya Dr.Alwan Hadiyanto, S.H, dan Dr.Mas Subagyo Eko Prasetyo serta Cholderia Sitinjak S.H, ke PN Tanjungpinang, sebagai mana teregister di SIPP perkara PN Tanjungpinang, Jumat (3/7/2020).

Gugatan praperadilan Arif Rate terdaftar di SIPP pengadilan Negeri Tanjungpinang dengan perkara nomor: 2 Pid.Pra/2020/PN.Tpg yang didaftarkan pada Jumat (3/7/2020) tentang sah tidaknya penetapan tersangka.

Dalam permohonan Praperadilannya, pemohon meminta pada majelis hakim agar menerima dan mengabulkan gugatan praperadilan pemohon.

“Menyatakan tindakan penetapan Tersangka terhadap diri Pemohon, oleh Termohon, yang diajukan dalam Praperadilan ini adalah tidaksah Secara Hukum dan batal demi hukum karena melanggar ketentuan Perundang-Undangan,”sebutnya.

Pemohon juga meminta kepada majelis hakim, agar barang-barang pemohon yang telah disita, segera dikembalikan kepada Pemohon.

“Menghukum Termohon untuk Meminta Maaf secara terbuka kepada pemohon lewat Media Massa selama 2 hari berturut-turut. Menghukum Termohon membayar ganti kerugian terhadap Para Pemohon sejumlah uang sebesar Rp 150. 000. 000,-“ujarnya.

Pemohon juga meminta agar memerintahkan Termohon untuk merehabilitasi nama baik Pemohon baik dalam kedudukan, kemampuan harkat serta martabatnya di 6 media Televisi, 5 media cetak, 4 media lokal 5 tabloid Mingguan Nasional dan 5 majalah Nasional serta 1 radio nasional dan 3 Radio lokal.

“Membebankan semua biaya perkara Praperadilan ini kepada Termohon, dan dalam Subsider, jika Pengadilan Negeri Tanjung Pinang berpendapat lain mohon Putusan yang seadil-adilnya Menurut Peradilan yang baik (ex aequo et bono),”sebutnya.

Atas pengajuan praperadilan ini, pihak Pengadilan Negeri Tanjungpinang juga membenarkan sebagai mana register perkara di SIPP.

Sebagai mana diketahui, Kejaksaan Tinggi Kepri sebelumnya menetapkan 12 tersangka dugaan korupsi penggunaan IUP-OP tambang Bauksit yang dikeluarkan ESDM dan DPMPTSP Provinsi Kepri di Bintan.

Ke 12 tersangka tambang Bauksit itu adalah Am (Amjon) selaku mantan Kepala Dinas Pertambang dan ESDM Kepri dan At (Azman Taufiq) selaku mantan kepala DPMPTSP Kepri.

Sedangkan tersangka lain dalam kubangan dugaan korupsi IUP-OP tambang Bauksit ini adalah, pimpinan perseroan (Direktur) dan Perseroan Komanditer (Komisaris) sejumlah perusahaan penerima IUP-OP yang tidak bergerak dibidang pertambangan.

Ke 10 tersangka itu adalah:
1.Tersangka BSK jabatan Pesero (komisasir) komanditer CV.BSK
2.Tersangka WBY jabatan direktur CV.BSK
3.Tersangka HEM jabatan Ketua Koperasi HKTR
4.Tersangka S selaku Wakil Ketua Koperasi HKTR
5.Tersangka J jabatan Perseoran Komanditer CV SKM;
6.Terangka MAA jabatan Kepala Cabang PT TMBS
7.Tersangka MA jabatan Direktur PT CTAL
8.Tersangka ER jabatan Direktur CV GMS
9.Tersasngka J jabatan Mitra BUMDES MJ
10.Tersagka AR jabatan Direktur CV GSM

Ke 12 tersangka dugaan korupsi IUP-OP baokust di Bintan Provinsi Kepri ini, dijerat dengan pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo pasal 55 KUHP.

Berkas Perkara Korupsi IUP-OP Tambang Belum Dilimpah

Ditempat terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Kepri Ali Rahim mengatakan, hingga saat ini penyidik Kejaksaan Tinggi Kepri belum melimpahkan berkas perkara 12 tersangka dugaan korupsi IUP-OP tambang bauksit yang di sidik Kejati Kepri itu ke PN Tanjungpinang.

Kejaksaan beralasan, sampai saat ini tim penyidik Kajati belum merampungkan penyidikan, dan masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi dan tersangka.

“Belum, belum dilimpah, masih seperti kemarin dalam penyidikan,”ujar Ali Rahim pada PRESMEDIA.ID saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2020).

Atas pengajuan praperadilan ini, Ali Rahim dan Kuasa Hukum pemohon belum memberikan jawaban upaya konfirmasi masih dilakukan media ini.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...