Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Hadiri Kongres PDIP, Isdianto “Iri” Lihat Kunjungan Wisman dan Pariwisata Bali

Plt.Gubernur Kepri Isdiantio bersama Ketua DPD PDIP Kepri Suryo Respationo saat menghadiri Kongres V Partai PDIP di Bali. (Ist)

PRESMEDIA.ID,Bali– Berkunjung ke Bali mengikuti Kongres Nasional PDIP. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto mengaku “iri” dengan perkembangan pengelolaan Pariwisata serta kunjungan Wisatawan manca negara di Bali.

Isdianto, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Kepri hadir di Kongres V PDIP yang langsung dibuka Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo, bersama Ketua PDIP Kepri HM Soerya Respationo Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak.

Melihat Bali yang selalu penuh dengan wisatawan, Isdianto mengatakan, juga menginginkan jumlah yang sama hadir di Kepri. Karena, kata Isdianto, sektor ini akan menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara.

“Beri masukan untuk terus memperbaiki dan memajukan wisata kita di Kepri,”pesan Isdianto, Kamis,(8/8/2019).

Kepada masyarakat mantan wakil gubernur Kepri ini juga mengajak, agar semua bertekad dan mendukung, serta ikut meningkatkan pariwisata di Kepri setiap tahun. Hingga berdampak pada perningkatan ekonomi masyaraat provinsi Kepri.

Untuk mendukung peningkatan itu, kata Isdianto, Pemprov juga terus fokus pada pembangunan ifrastruktur untuk menunjang pariwisata. Beberapa di antaranya dengan meminta bantuan dari pemerintah pusat. Apalagi kata Isdianto, pemerintah pusat juga fokus membangun infrastruktur untuk daerah pariwisata.

Potensi meningkatnya jumlah kunjungan, menurut Isdianto sangat besar. Selain wisman dari Singapura dan Malaysia, kunjungan dari negara lain juga semakin meningkat.

Ditempat Terpisah, Kepala dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, dari data Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kepulauan Riau pada Juni 2019 mencapai 1.405.283 orang.

“Angka itu selisih hampir 300 ribu wisman yang masuk melalui Jakarta. Sampai Juni, kunjungan turis asing ke ibukota RI hanya mencapai 1.137.976 orang,”ujar Buralimar.

Dibanding Bali, lanjut Buralimar, Kepri memang tertinggal hampir satu juta wisman. Selama semester pertama tahun ini Bali mampu mendatangkan 2.305.802 kunjungan wisman.

Warga negara Tiongkok, diakui menjadi salah satu potensi peningkatan jumlah wisatawan ke Kepri. Apalagi dalam setahun sekitar 150 juta warga Thiongkok melancong ke luar negeri. Sayangnya, dari jumlah itu, yang singgah di Kepri baru hanya 260 ribu orang. Sementara, wisman yang berkunjung ke Singapura pada tahun 2018 mencapai 18 juta lebih. Ini juga menjadi potensi untuk diajak menikmati pesona Kepri.

Plt.Gubernur Kepri Isdianto, juga mengatakan, indahnya sejumlah destinasi wisata yang dimiliki Kepri, serta akses yang sangat mudah karena berada di posisi terdepan negara tetangga, membuat Kepri menjadi primadona wisatawan Asing.

Dalam banyak kesempatan, Isdianto juga selalu menawarkan pesona wisata di berbagai wilayah Kepri kepada tetamu asing yang menemuinya. Dengan destinasi wisata Kepri tersebut, Isdianto juga yakin, suatu saat nanti, Kepri akan bisa mengungguli Bali. Hal ini mengingat Kepri memiliki semua sumber daya alam (SDA) yang memungkinkan untuk itu dan letak geografis yang diuntungkan.

“Selama kita kompak dan terus membangun komunikasi yang baik satu sama lain. Insya Allah kita bisa melakukannya secara bersama-sama. Apalagi hubungan kita dengan Singapura juga semakin baik. Kita punya SDA dan mereka punya koneksi, hal itulah yang perlu kita padukan,”ujarnya.(Presmed)

Comments
Loading...