Ultimate magazine theme for WordPress.
Banner Pemko

Markus Penipu Tersangka Korupsi Junaedi, Kembalikan Dana Rp.500 Juta

Foto; Tersangka Fr markus Penipu Tersangka Korupsi Junaedi, yang mengembalikan Dana Rp.500 Juta ke Polisi.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Terduga Makelar Kasus (Markus) dan tersangka penipu, yang mengaku bisa mengatur Kejaksaan Tinggi Kepri, dalam menghentikan (SP3) status Tersangka Junaedi dalam dugaan korupsi IUP-OP Tambang, akhirnya mengembalikan dana Rp.500 juta hasil kejahatannya.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Perindra mengatakan, Pengembalian dana “pelicin” yang diminta Fr dan Bw dari tersangka Junaidi untuk mengatur Kejaksaan tinggi Kepri itu, dikembalikan tersangka Fr ke Polisi pada Kamis (2/7/2020).

“Sudah di kembalikan Rp.500 juta oleh tersangka (Fery Chairyadi_red) ke penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang,”ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, Senin(7/7/2020).

Rio menyampaikan, bahwa pihaknya tidak mengetahui pasti dari mana uang itu diperoleh, Tetapi, dari pengakuan tersangka dana itu ditransfer melalui temannya.

Atas pengembalian itu, lanjut Rio, selanjutnya beberapa waktu lalu, korban Junaedi juga mengajukan izin pinjam pakai barang bukti uang tersebut. Tetapi karena ada beberapa pertimbangan, hingga saat ini belum diserahkan ke saksi korban.

“Pengajuan pinjam pakai barang bukti oleh korban sah-sah saja, Tapi dengan berbagai pertimbangan seperti, apabila nanti jaksa meminta barang bukti, bagai mana..?,”ujar Rio.

Keponakan Petinggi Jaksa Mangkir Dipanggil Polisi

Sementara itu, satu saksi Khairul orang yang disebut-sebut keponakan petinggi Kejaksaan, dan orang yang membawa penipu Bw bertemu Kepala Kejaksaan tinggi Kepri, hingga saat ini belum memenuhi panggilan penyidik Polisi untuk diperiksa sebagai saksi.

“Kemarin dipanggil belum hadir, dalam minggu ini akan dipanggil kembali untuk menjalani pemeriksaan, karena kasus ini masih terus berjalan,”ujar Rio.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Kepri membantah, bisa diatur makelar kasus (Markus) yang mengatas namakan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri yang menipu tersangka korupsi IUP-OP tambang Bauksit.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejaksaan Tinggi Kepri Agus Sunaryo menegaskan, dalam penanganan Korupsi IUP-OP tambang yang sedang dilakukan, tidak ada permintaan atau segala macam hal dari Kajati Kepri kepada siapapun.

Kejati Kepri sangat menyesalkan, apa yang dilakukan tersangka yang membawa-bawa nama Kejati, karena sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi Kepri, juga sudah menyampaikan pada masing-masing tersangka, agar tidak percaya terhadap orang-orang tertentu yang mengatas namakan Kejati.

Hingga apa yang terjadi pada tersangka Junaedi, mutlak merupakan perbuatanya bersama dua tersangka Fr dan rekannya Bw yang sampai saat ini sedang dicari.

Mengenai foto yang ditunjukan terduga pelaku Bw, Agustian mengatakan kalau foto tersebut diambil ketika pelaku bersama temannya Khairul datang menemui Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri di Senggarang beberapa waktu lalu.

Kedatangan Khairul bersama Bw, dikatakan Agustian, adalah untuk silaturahmi, dan saat mau pulang Khairul dan Bw meminta foto bersama dengan Kejati Kepri

Dan dalam pertemuan itu, Bw yang ikut bersama Khairul memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto ria, dengan Kejati Kepri, dan foto itu yang digunakan sebagai bahan untuk meyakinkan korban Junaedi.

Dari klarifikasi yang kami lakukan, kedatangan dan pertemuan Khairul yang membawa rekannya Bw saat itu ke Kejati Kepri, dilakukan setelah ada transaksi penyerahan uang Rp.500 juta, dari Junaedi ke Fr dan Bw.

Jadi dengan kata lain, transaksi duitnya sudah terjadi, kemudian Bw menunjukan foto itu ke tersangka yang menjadi korban penipuan.

Penulis:Roland

Comments
Loading...