Ultimate magazine theme for WordPress.
Banner Pemko

Didemo Mahasiswa, Kadis dan Pejabat Disdik Kepri “Berambus” Keluar Kantor

Aksi demo Mahasiswa FMPK di Kantor Dinas pendidikan Kepri, menuntut pengusutan dugaan Korupsi pengadaan Laptop RP.22.387 M.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Didemo Mahasiswa, kepala Dinas Pendidikan Kepri M.Dali bersama pejabat Disdik lainnya, “Berambus” keluar kantor.

Kepala seksi Kurikulum PKLK Disdik Kepri, Elmi saat menemui mahasiswa mengatakan, jika saat itu Kepala Dinas Pendidikan sedang tidak berada ditempat.

“Kurang pas waktunya, kami sedang sibuk dan Kadis tak ada ditempat. Saya mewakili Pak Kadis, kalau mau audensi akan saya terima,”ujar Elma.

Atas hal itu, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan (FMPK) Provinsi Kepri menolak melakukan dialog, dan memberikan waktu kepada Kepala dinas Pendidikan Kepri, untuk menyediakan waktu.

Atas tidak adanya Kepala dinas Pendidikan itu, selanjutnya mahasiswa membubarkan diri, dan menyatakan, akan kembali melakukan aksi ke kantor dinas pendidikan Kepri itu.

Sebelumnya, Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan (FMPK) Kepri, menggelar aksi demo Mendesak pengusutan dugaan korupsi pengadaan 2.400 Laptop senilai Rp.22.387 Miliar didinas pendidikan Kepri, Selasa (7/7/2020).

Dalam tuntutannya, FMPK mendesak Kejaksaan Tinggi Kepri mengusut tuntas dugaan korupsi pengadaan ribuan Laptop yang diduga harganya dimark-up dan tidak sesuai dengan spesifikasi tersebut.

“Kami juga meminta BPK dan penyidik kejaksaan Tinggi Kepri, melakukan pengecekan jumlah unit Laptop yang diadakan Dinas Pendidikan,”sebut Orator demo.

Mahasiswa ini juga mendesak Kejaksaan Tinggi Kepri, menuntaskan proses penyelidikan dan penyidikan atas dugaan korupsi Laptop di Disdik Kepri ini.

“Mendesak DPRD Kepri menjalankan fungsi pengawasan atas pengadaan 2.400 unit Laptop ini, yang dianggarkan melalui Komisi IV,”sebut mahasiswa.

Pengadaan Laptop Disidk Dilidik Kejati Kepri 

Sebagai mana diketahui, dinas Pendidikan Kepri melalui anggaran APBD Perubahan 2019, mengalokasikan Rp.22.387 miliar pengadaan 2.400 Laptop untuk sejumlah sekolah SMA dan SMK sederajat di Kepri.

Pengadaan sendiri dilakukan dengan e-catalog yang dimenangkan PT.Astragrapihia Xprins Indonesia Jakarta dengan kontrak Rp.22.387 miliar.

Namun dari data yang diperoleh, pengadaan 2.400 unit Laptop ini terjadi kemahalan harga, dan spesifikasinya tidak sesuai dengan kontrak.

Kejaksaan tinggi Kepri menurunkan Tim melakukan pengumpulan alat bukti dan keterangan (Pullbaket) atas infromasi dugaan korupsi pengadadaan Laptop didinas Pendidikan Kepri ini,

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Sudarwidadi melalui Kepala Seksi Penarangam Kejati Kepri, Ali Rahimm juga membenarkan dilakukanya pullbaket dan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan 2.400 Laptop dinas pendidikan provinsi Kepri itu.

“Baru Pullbaket, dan sejumlah pihak dipanggil dan dimintai keterangan dalam rangka klarifikasi,”sebutnya beleum lama ini pada PRESMEDIA.ID.

Sejumlah pihak yang dipanggil dan diminta keterangan, lanjut Ali Rahim, adalah Kepala dinas Pendidikan M.Dali selaku Pengguna Anggaran (PA) kemudian 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Raja Azman dan Irwan Panggabean, demikian juga kontraktor pelaksana dari PT.Astragrapihia Xprins Indonesia.

“Baru diminta klarifikasi, tindak lanjutnya saat ini masih berjalan di Intel,”ujarnya.

Penulis:Ismail/redaksi

Comments
Loading...