Ultimate magazine theme for WordPress.

KM.Sabuk Nusantara 80 Mulai Berlayar dan Layani Penumpang di Pelabuhan Kijang

KM.Sabuk Nusantara 80 mulai berlayar dan layani penumpang dari Pelabuhan Sri Bayentan Kijang-Bintan dengan Protokoler Kesehatan.

PRESMEDIA.ID,Bintan- KM.Sabuk Nusantara 80 mulai berlayar dan diizinkan mengangkut penumpang dari pelabuhan Sri Bayentan Kijang (SBK) Bintan pada masa Era New Normal pandemi COVID-19.

Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kijang, Aan Anwar melalui stafnya Hendri mengatakan, saat ini kapal penumpang KM.Sabu Nusantara 80 itu, diizinkan beraktivitas mengangkut penumpang dari pelabuhan Sri Bayintan Kijang dengan protokoler Kesehatan.

“Sedangkan kapal Pelni lainnya belum ada yang masuk sampai sekarang,”ujar Hendri,Rabu (8/7/2020).

KM Sabuk Nusantara 80, lanjut dia, melayani rute antar pulau di Kepri dan Kalimantan. Kapal tipe 2000 Gross Tone (GT) ini melayani rute Kijang, Tambelan, Serasan, Subi, Selat Lampa, Ranai, Pulau Laut, Sedanau, Midai, Tarempa, Kuala Maras, dan kembali ke Kijang.

“Sedangkan untuk Kalimantan, hanya melayani satu tempat yaitu Pontianak,”sebutnya.

KM.Sabuk Nusantara 80, juga tidak melayani penumpang rute ke Natuna, karena dalam kondisi wabah COVID-19, peemrintah Kabupaten Natna belum mengizinkan kapal tersebut bersandar di pelabuhan Natuna.

Sabuk Nusantara 80 yang memiliki panjang 68,50 meter dan lebar 14 meter ini, mampu mengangkut 550 penumpang sekali pelayaran.

Untuk pelayaran ke provinsi lainnya dari Kijang sebut Hendri, juga belum dapat dilakukan, karena KM Kelud, KM Bukit Raya, dan KM Umsini yang selalu melayani Kijang ke Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi belum diizinkan pemerintah pusat untuk masuk ke Kijang.

Sedangkan kapal kargo yang mengangkut muatan barang, hingga saat ini dikatakan Hendri tidak ada masalah, dan tetap melakukan bongkar muat kargo di pelabuhan itu.

“Untuk kapal kargo 6-7 kali bersandar dalam sebulan dan kalau kontainer 4 kali dalam sebulan,”ujarnya.

Dalam bongkar muat dan penurunan penumpang, Pelabuhan Sri Bayentan Kijang, juga menerapkan protokol kesehatan. Sehingga semuanya baru dapat bergerak dan beraktivitas setelah dinyatakan bebas COVID-19.

“Begitu juga pada penumpang, harus ada surat Rapid Diagnostic Test (RDT) yang menyatakan sehat dan bebas COVID-19,”tegasnya.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...