Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kasusnya “Mengendap” Di Kajati, Dua Tersangka Korupsi Ditetapkan KPU Jadi Anggota DPRD†

KPU Kepri mengelar Rapat Pleno Penetapan Perolehan kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Kepri Hasil Pemilu 2019 di CK Hotel Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Dua dari 5 tersangka Korupsi Rp.7,7 Miliar dana tunjangan perumahan DPRD Natuna tahun 2011-2015, Hadi Chandra dan Ilyas Sabli, lolos dan ditetapakan menjadi anggota DPRD Kepri 2019-2024 dari Dapil 7 kabupaten Natuna-Kepulauan Anambas hasil Pemilu 2019.

Penetapan Ilyas Sabli dan Hadi Candra sebagai calon terpilih anggota Legilatif DPRD Kepri hasil Pemilu 2019, dilakukan KPU Kepri melalui rapat pelno KPU bersama 43 calon terpilih DPRD lainya, di Tanjungpinang,Sabtu,(10/8/2019) kemarin.

Dua tersangka korupsi yang sebelumnya ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Kepri 31 September 2017 lalu ini, merupakan kader partai Golkar dan Partai Nasdem yang lolos mengikuti pemilu legislatif DPRD dari Dapil Natuna-Anambas pada Pemilu 2019.

Dari data rekapitulasi perolehan suara Caleg pada rapat pleno terbuka KPU Kepri, dari 3 kursi anggota DPRD Kepri dapil 7 kabupaten Natuna dan Anambas, Partai Golkar memperoleh suara tertinggi, dengan total perolehan 15.457 suara, sekaligus menghantarkan kadernya mantan ketua dan wakil ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra yang memperoleh 8.314 suara sebagai anggota DPRD Kepri.

Di kursi ke dua, adalah Partai Nasdem dengan total perolehan 9.369 suara dan menghantarkan kadernya mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli yang mengantongi 7.793 suara duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Kepri. Sedangkan kursi ke tiga diraih oleh Taufik dari partai PDIP dengan 3.828 suara yang akan duduk sebagai anggota DPRD Kepri periode 2019-2024.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri menetapkan 5 tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan dua mantan bupati, mantan ketua DPRD, mantan sekda dan mantan sekwan bersama Kabag Keuangan DPRD Natuna 2011-2015 sejak 31 September 2017.

Ke 5 Tersangka Tersebut adalah, Mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Raja Amirullah Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Syamsurizon dan Mantan Sekertaris Dewan Makmur dan Ketua DPRD Kabupaten Natuna Hadi Candra, ke 5 tersangka diduga melakukan korupsi Rp.7,7 Miliar dan Tunjangan Perumahan DPRD yang dialokasikan dari APBD sepanjang 2011-2015.

Sayangnya, Penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015, dengan kerugian Rp.7,7 milliar ini, mendap dan “Tergantung” di Kejaksaan tinggi Kepri hingga tidak memiliki kepastian hukum selama 2 tahun lebih.

Elyas Sabli yang di konfirmasi wartawan, mengaku sangat terbebani, dengan status tersangka yang masih disematkan Kejaksaan Tinggi Kepri terhadap dirinya itu. Tidak adanya kejelasan tindak lanjut dari penetapanya sebagai tersangka atas dirinya, Ilyas Sabli juga mengaku, Hal tersebut juga menjadi beban bagi diri pribadinya, yang sudah lebih 2 tahun status tersangka terhadap dirinya ditetapkan.

“Iya, manalah kita ini leluasa hidup, kalau masih terbebani satatus tersangka. Langkah kita yang dulunya baik tapi akhirnya jadi seperti ini,”ujar pada wartawan.

Ilyas juga mengatakan, niat baik dari suatu pekerjaan yang dilakukan, diakuinya tidak semua mulus dari sisi hukum. Demikian juga, saat disingung dengan terpilihnya dirinya sebagai anggota DPRD kepri, Namun disisi lain masih disematkan sebagai tersangka korupsi, Ilyas Sablli mengaku tidak mengerti, karena juga menyangkut tersangka lainya.

“Kalau mungkin hanya permasalahan pribadi, kita mungkin dapat menyelesaikanya secara pribadi. Tapi kan ada juga orang lain. Dan atas hal ini secara pribadi saya merasa sangat terbebani,”ujarnya.

Sementara lanjut dia, dalam dugaan korupsi tunjangan perumahan DPRD Natuna itu satu perak-pun dirinya tidak menikmati. “Teman-teman yang di Natuna sana yang memperoleh dana tersebut pun tidak merasa, demikian juga mantan Bupati,”sebutnya.

Ilyas Sabli juga berharap, dengan status yang disematkan sebagai tersangka korupsi dana tunjangan perumhan DPRD Natuna itu ada pertolongan dari yang maha kuasa, serta beupaya untuk menyelesaikanya.

Sementara itu, Anggota komisioner KPU Kepri Arison mengatakan, sebanyak 45 anggota DPRD Kepri hasil Pemilu 2019 yang telah ditetapkan sevagai anggota DPRD Kepri tersebut akan segera diusukan pengesahan dan pengucapan sumpah janjinya ke Mendagri melalui Gubernur. Rencananya dilantik pada 9 September 2019.

Mengenai status tersangka dua calon tetap anggota DPRD Provinsi Kepri Elyas Sabli dan Hadi Chandra dari dapil 6 Natuna dan Anambas, sebelumnya Arison menyatakan, KPU tidak masuk didalam ranah yang dapat mengagalkan keterpilihan dua kader partai asal Natuna itu, kecuali ada putusan inkrah Pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

“Kecuali ada putusan Inkrah yang sudah berkekuatan hukum tetap sebelum dan setelah Pemilu, Tentu baru ada konsekwensi yang ditetapkan KPU,”ujarnya.

Atas Dasar itu, lanjut dia, KPU Kepri akan tetap mengusulkan dua dari 45 nama calon tetap anggota DPRD Kepri yang sudah ditetapakan itu, ke Menteri dalam Negeri melalui GUbernur, untuk disahkan dan diambil sumpahakan janjinya pada 9 September 2019 mendatang.(Presmedia).

Comments
Loading...