Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Masih Dalam Penyidikan, KPK Batasi Orang Yang Besuk Nurdin Cs di Penjara

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Presmedia)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, akan mempertimbangkan pemberian izin pada setiap orang yang datang dan ingin menjenguk gubernur non aktif Nurdin Basirun serta 3 tersangka lain, yang saat ini ditahan di rutan berbeda oleh KPK atas dugaan suap dan gratifikasi pengurusan izin prinsif pemanfatan ruang laut Kepri.

Tetapi untuk keluarga dan Pengacara, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pertimbangan tersebut tidak diberlakukan karena menurutnya, hak besuk oleh keluarga, merupakan hak tahanan.

“Kalau keluarga, tentu saja dimungkinkan karena memang itu hak dari tahanan. Tapi kalau ada pihak tertentu yang berpotensi menjadi saksi atau potensial terkait langsung atau tidak langsung pastikan akan jadi pertimbangan,”ujarnya pada wartawan ketika dikonfirmasi di Batam.

Ia juga mengatakan, mengenai penjengukan, memang tidak semua diperbolehkan, karena juga berkaitan dengan jadwa besuk untuk tahanan dan pada saat jadwal tersebut, juga belum tentu tahanan mau menerima semua orang.

Baca Juga

“Ketika tahanan menyebutkan hanya sejumlah pihak, KPK akan melihat, apakah nama-nama tersebut ada kaitan politik kepentingan atau tidak,”jelas Febri.

Tetapi kalau keluarga serta Kuasa Hukum Tersangka, dikatakan Febri, selama ini sangat terbuka untuk membesuk karna itu hak dari tersangka.

“Untuk pihak lain yang di ajukan tersangka tentu akan kami pertimbangkan,”tegasnya.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat dan kerabat Nurdin, Edy Sofyan, Budi Hartono dan Abu Bakar di Kepri, mengeluhkan Nurin belum bisa di jenguk karena KPK belum memperbolehkan. Plt.Gubernur Kepri Isidanto, juga mengaku belum diperbolehkan untuk menjenguk gubernur Kepri non aktif yang digantikanya itu.

“Kalau diberi izin, saya yang akan mengajukan duluan untuk menjenguk beliau (Nurdin Basirun-red),”ujarnya belum lama ini pada wartawan.

Sebagai mana diketahui Gubernur non aktif (NBA) Nurdin Basirun ditahan KPK dirumah tahanan (Rutan) Kelas I Cabqng KPK atas dugaan gratifikasi suap, pengurusan izin pemanfataan ruang laut di Tanjung Piayu Batam.

Sedangkan (EDS) Edy Sofyan) ditahan di Rutan Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur. Sementara (BUH) Budi Hartono ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur dan (ABK) Abu Bakar ditahan Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK.(Presmedia)

Comments
Loading...