Ultimate magazine theme for WordPress.
Bhayangkara 74

Terdakwa Penipu Arisan Online Angie Nadia Divonis 4 Bulan Penjara

Terdakwa kasus penipuan Arisan Online Anggie Nadia usai menjalani sidang ponis 4 bulan penjara  di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa Anggie Nadia pelaku penipuan arisan online hanya dihukum 4 bulan penjara oleh Majelis Hakim PN Tanjungpinang, Selasa (21/7/2020).

Dalam putusanya, Hakim Corpioner SH didampingi Hakim Anggota Risbarita Manurung dan Eduard Sihaloho menyatakan terdakwa Anggie Nadia terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan terhadap sejumlah korban dalam arisan online, sebagai mana dakwaan pasal 378 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selam 4 bulan,”kata Corpioner.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Destia SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 5 bulan penjara.

Atas Putusan itu, terdakwa Anggie Nadia, menyatakan menerima putusan hakim, demikian juga Jaksa Penuntut Umum(JPU) juga menyatakan menerima putusan tersebut.

Usai membacakan putusan, Hakim Corpioner juga meminta terdakwa, untuk mengembalikan uang seluruh anggota yang menjadi korban dalam arisan yang kelolanya, sesuai janji terdakwa didalam persidangan beberapa waktu lalu.

“Kamu kembalikan, uang mereka supaya kamu tidak dilaporkan dan masuk penjara lagi,”katanya.

Sebelumnya terdakwa Anggie Nadia dilaporkan oleh rekannya sesama peserta Ariasan Online atas penipuan. Hal itu berawal pada September 2019 ketika saksi Eydelwis Ayucahtaningsih memposting ajakan bermain airsan Online yang dilihat oleh saksi Aridansyah Kusuma Jaya.

Kemudian korban menanyakan permainan arisan tersebut kepada saksi Eydelwis, tetapi saksi Eydelwis menyuruh korban untuk melihat di media sosial Instagram (IG) dengan nama akun Arisan Online Trusted.

Selanjutnya saksi Eydelwis bergabung pada permainan arisan tersebut dan masuk ke dalam group whatsaap Chat. Di dalam group chat tersebut terdakwa mengirim tulisan pemberitahuan perihal arisan Penta Rp 5 juta Kl02 Exclusiv yang akan dimulai pada 30 September 2019.

Dalam memainkan arisan ini, selanjutnya saksi Aridansyah pada 28 september 2019 mengiktui dan mulai melakukan penyetoran dana arisan kepada terdakwa melalui rekening Bank BCA No.rek 3801365190 An.Anggie Nadia sebesar Rp. 6.650.000 ditambah biaya administrasi.

Kemudian saksi Aridansyah kembali melakukan setoran kedua arisan pada 30 Oktober 2019 sebesar Rp.5.950.000. Selanjutnya setoran ketiga pada 01 Desember 2019 sebesar Rp. 5.950.000 hingga total uang yang disetor dan diterima terdakwa Rp.18.550.000.

Kemudian pada 30 Desember 2019, arisan diputar dan saksi Aridansyah memperoleh urutan ke 4 yang seharusnya mendapatkan uang arisan sebesar Rp.35 juta.

Namun sampai pada waktu yang telah disepakati dalam permainan arisan, terdakwa tidak kunjung menyetorkan uang milik korban.

Pada 7 Januari 2020 terdakwa Anggie baru menyetorkan uang arisan yang diperoleh korban sebesar Rp 10 juta.

Tidak hanya itu, korban juga mengikuti arisan lainnya, dimana setiap peserta mendapatkan Iphone XI pro 256 GB, dengan besaran setoran setiap bulannya Rp 2,5 juta. Tapi tiba-tiba terdakwa menghentikan secara sepihak arisan itu, hingga korban mengalami kerugian Rp 15.650.000.

Atas kejadiaan itu, korban Aridansyah selanjutnya melaporkan terdakwa Anggie Nadia ke Polisi, hingga ditetapakan sebagai Tersangka dan terdakwa kasus penipuan dan penggelapan arisan Online.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...