Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

HANI 2020 Kasus Anak di Kepri Terus Meningkat

Ketua KPPAD Kepri Ery Syahrial.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Visi pemerintah menciptakan Kepri Ramah Anak, sepertinya juah Panggang dari Api. Pada Hari Anak Nasional (HANI) 2020, kasus anak di Kepri masih terus meningkat.

Korban anak dan angka kriminalitas Anak Bermasalah Hukum (ABH) dari tahun ke tahun di Kepri terus mengalami peningkatan.

Jika pada tahun 2017 terdapat 248 anak yang menjadi korban Kekerasan, Tahun 2018 kekerasan terhadap anak kembali meningkat menjadi 227 korban anak. Kemudian pada 2019, data yang dihimpun pemerintah terhadap kekerasan anak di Kepri juga bertambah menjadi 240 korban anak.

Sementara pada semester pertama Januari-Juni 2020, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, juga menerima 76 aduan kasus kekerasan terhadap anak di Kepri.

Ketua KPPAD Kepri Ery Syahrial mengatakan, aduan kasus anak yang diterimanya itu, terbagi dalam beberapa klaster. Diantaranya, 12 kasus kekerasan pada anak, 9 kasus pencabulan, 3 kasus bullying, 25 kasus hak asuh 8 kasus hak pendidikan, 5 kasus penelantaran, 4 kasus eksploitasi, 7 kasus pencurian, 3 kasus trafficking, 3 kasus kenakalan dan 1 kasus pornografi.

“Ini baru jumlah kasus, belum lagi jumlah anak yang terlibat dalam kasus atau Anak Bermasalah Hukum (ABH). Angkanya jauh lebih tinggi dan satu kasus anak bisa menimpa beberapa korban anak,”ujarnya,Kamis (23/7/2020).

Ery menjelaskan, kasus terhadap anak yang paling tinggi diterimanya adalah permasalahan hak asuh. Dari sejumlah kasus tersebut, masih banyak orang tua yang telah berpisah (Cerai-red) di Kepri, kerap memperebutkan hak asuh terhadap anaknya.

Beberapa kasus yang cukup menonjol dan masih menyita perhatian lanjut Ery Syahrial, adalah kekerasan pada anak, pencabulan, penelantaran, dan eksploitasi pada anak.

“Sedangkan kasus pornografi meskipun hanya satu, Namun jumlah anak yang jadi korban dalam kasus ini mencapai 8 anak atau pelajar.”terang Ery.

Selain itu Ery menambahkan, pihaknya juga memantau anak-anak yang menjadi korban Covid-19. Dari pantauan KPPAD dan data Dinas Kesehatan, sebanyak 41 anak di Kepri menjadi korban positif COVID-19 dengan rincian 2 anak meninggal 35 anak sembuh, dan 4 anak yang sedang dirawat.

“Kebanyakan anak yang jadi korban Covid-19 berada di Batam dan masuk dalam beberapa klaster penularan seperti klaster Donat di Seraya, Bengkong Sadai, Sukajadi dan lainnya.”kata Ery.

Ditempat terpisah, Kepala kejaksaan Negeri Tanjungpinang Aheliya Abustam juga mengakui dari 145 Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima dari Penyidik Kepolisian selama 6 bulan, Kasus Narkotika dan kejahatan terhadap anak paling menonjol di Tanjungpinang.

“Jumlah perkara yang paling banyak di tangani adalah narkotika dan perkara perlindungan anak, baik anak yang menjadi korban maupun pelaku kejahatan,”kata Aheliya belum lama ini kepada Wartawan.

Bercermin dari sejumlah kasus yang dialami anak di Kepri itu, KPPAD Kepri menyatakan, Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada hari ini 23 Juli 2020 akan tetap menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan anak.

Kepri Dapat Penghargaan

Sebelumnya, sempena Hari Anak Nasional (HANI) 2020 Pemerintah provinsi Kepri memperoleh penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Penghargaan itu diberikan KPAI karena Kepri dianggap sebagai daerah yang memiliki komitmen mendukung eksistensi komisi Perlindungan Anak Daerah.

Atas penghargaan itu, Plt.Gubernur kepri Isdianto mengucapkan terimakasih. Pemerintah kata Isdianto, akan mendukungan setiap program yang direncanakan untuk Anak, khususnya dukungan pada lembaga yang menangani perlindungan anak.

“Terimakasih dengan penghargaan ini. Kami akan terus memperkuat perlidungan anak di Kepri, baik melalui program maupun anggaran,”kata Isdianto.

Bagi Isdianto, Pemprov Kepri pun punya komitmen sejalan dengan tema Hari Anak Nasional 2020, yaitu “Anak Terlindungi Indonesia Maju”.

Isdianto juga menginginkan anak-anak Kepri membawa daerah ini semakin maju, dan untuk kemajuan daerah ini anak-anak harus mendapat tempat dan kepedulian dari semua pihak.

Penulis:Ismail/Redaksi  

Comments
Loading...