Ultimate magazine theme for WordPress.

Presiden Minta Seluruh Jajaran, Dukung UMKM Dalam Pemulihan Ekonomi

Presiden Joko Widodo dalam acara Penyerahan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Koperasi di Jakarta yang diikuti Sekda Kepri TS.Arif Fadillah di Kepri.

PRESMEDIA.ID,Jakarta- Presiden Joko Widodo menekankan seluruh jajaran pemerintah baik di pusat maupun daerah, mendukung peran UMKM melalui Koperasi dalam pemulihan Erekonomi Nasional.

Hal itu dikatakan Presiden dalam acara Penyerahan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk Koperasi di Jakarta yang diikuti Sekda Kepri TS.Arif Fadillah melalui video conferece di Rupatama lt.4, kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (23/7/2020).

UMKM kata Presdien menjadi salah satu sentral perekonomian yang harus segera diberikan rileksasi, restrukturisasi agar terhindar dari pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat.

Lebih lanjut Presiden menyampaikan, pada kondisi saat ini sulit dalam mengendalikan perekonomian bahkan di dunia pun semua mengalami pertumbuhan yang menurun.

Baca Juga

“Pertumbuhan ekonomi dunia yang terkontraksi.The World Bank mengatakan turun minus 5 persen, OECD tumbuh tapi minus 6 sampai 7 persen. Gambarannya adalah bahwa setiap bulan selalu berubah dinamis dan bahkan sulit (karna menurun),”lanjutnya.

Sementara Indonesia pada kuartal pertama 2020, masih plus 2,97 persen nanti pada kuartal kedua akan jatuh minus 4 sampai 5 persen.

“Apa yang harus kita lakukan? Salah satunya secepatnya berikan rileksasi, restrukturisasi kepada UMKM dan Koperasi dengan harapan dan keyakinan bahwa kuartal ketiga nanti harus naik lagi,”tambahnya.

Jokowi senang, dirinya setiap hari mendapatkan laporan angka-angka yang baik seperti konsumsi sudah naik. Peredaran uang, bansos tunai yang mempengaruhi daya beli dan konsumsi rumah tangga mulai berjalan. Aktivitas ekspor pun juga sudah mulai naik.

“Momentum ini harus kita jaga dan tingkatkan, saya berpesan kepada semua untuk bergerak menumbuhkan ekonomi,”pesan Jokowi.

Terkait penyaluran dana kepada koperasi, Presdien Jokowi juga sangat mengapresiasi dan berharap menjadi stimulus dalam meningkatkan pertumbuhan UMKM.

“Kita berharap, koperasi likuditasnya baik, sehingga dapat memberikan pinjaman dengan baik dengan kuncinya dua proses sederhana dan cepat,”pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam laporannya mengatakan, hingga saat ini terdata sebanyak 123 ribu lebih unit koperasi dengan 22 juta total anggota. Sedangkan aset yang di miliki sebanyak Rp.152 Triliyun dengan Omset sebesar Rp.154 Triliyun.

Dari jumlah itu, Koperasi Konsumen paling besar 59 persen, Koperaai Produsen sebesar 19 persen, Koperasi Simpan Pinjam sebesar 13 persen, Koperasi Jasa sebesar 4,85 persen dan Koperasi Pemasaran sebesar 2,6 persen.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, untuk melakukan upaya cepat dan komperhensif dalam membantu koperasi dan UMKM menghadapi pandemi, maka kami melalui LPDB telah menyiapkan 3 fase pemulihan,”kata Teten.

Ke 3 fase itu antra lain, menyangkut program survival, telah melakukan restrukturisasi pinjaman dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan.

Hingga kini telah dilakukan kepada 40 mitra koperasi (100 persen) berupa penundaan pokok, penundaan jasa, pengurangan jasa, perpanjangan waktu dan penambahan fasilitas pinjaman dengan total sebesar Rp. 135,7 Miliyar.

“Dalam program tersebut, LPDB juga tidak mengenakan bunga selama masa penundaan pembayaran, sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB 100 persen selama satu tahun,”lanjutnya.

Kedua, fase program pemulihan ekonomi, dengan alokasi tambahan sebesar Rp.1 Triliyun yang disalurkan kepada koperasi dengan bunga 3 persen (menurun 1 setengah persen flat pertahun kepada 4,8 juta anggota).

“Penyaluran pembiayaan baru tersebut, telah dicairkan sebesar Rp.381 Miliyar. Untuk koperasi konvensional sebesar Rp 21,8 Miliar kepada 13 mitra, kemudian dengan pola syariah sebesar Rp.109 Miliar kepada 21 mitra,”tambahnya.

Terakhir, pada fase program penumbuhan ekonomi, juga telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UMKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Kedepan, Kementerian akan melihat, koperasi dapat menjadi mitra Pemerintah untuk pembiayaan yang murah untuk UMKM.

Bagian pembangunan kelembahaan yang mudah juga harus dilakukan pembinaan, karna jumlah UMKM yang besar di Indonesia harus disederhanakan kelembagaannya. Kementerian pun telah melakukan berbagai pembenahaan secara menyeluruh.

“Untuk itu, kami mohon dukungan Bapak Presiden beserta seluruh jajaran agar peran koperasi dan UMKM dalam perekonomian kita selalu kuat,”pungkasnya.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...