Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Coreng Wajah Pendidikan, Disdik Kepri Minta Oknum Guru Cabul Dipecat

Kepala dinas Pendidikan Kepri, M.Dali minta Yayasan SMK swasta Pecat oknum Guru yang diduga mencabuli Siswanya.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Dali mengaku sangat kecewa dengan prilaku dan tindakan oknum guru salah satu sekolah SMK yang tega melakukan pelecehan seksual kepada muridnya sendiri di Tanjungpinang.

Atas kekecewaan, dan tercorengnya wajah pendidikan atas ulah oknum guru itu, Dinas pendidikan Provinsi Kepri, meminta pada pengurus Yayasan sekolah SMK swasta tersebut agar memberi sanksi pemecatan.

“Dinas Pendidikan sangat kecewa dengan kejadian ini, dan atas nama Dinas Pendidikan Kepri, meminta pada yayasan sekolah tersebut, agar memberi sanksi pemecatan,”ujarnya M.Dalli pada wartawan di Tanjungpinang Selasa,(13/8/2019).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, oknum guru yayasan di salah satu SMK itu, merupakan pegawai yayasan dan yang mengajar salah satu bidang studi di SMK swasta itu. Dan oleh karena itu dinas pendidikan menyerahakan sepenuhnya pidana yang dilakukan pada aparat penegak hukum dan pihak sekolah terkait sanksi administrasi dan pelanggaranya.

Dali menambahkan, kejadian ini merupakan kejadian yang sangat melakukan wajah pendidikan di Kepri. Dimana, seorang guru yang seharusnya menjadi contoh dan tauladan kepada siswanya, malah melakukan tindakan yang tidak senonoh. Terlebih, menjadikan siswanya sebagai korban nafsu bejat penyimpangan seksualnya.

“Kejadian ini tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja. Makanya kami minta pihak yayasan agar memberhentikan yang bersangkutan,”ungkapnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang mengamankan oknum guru berinsial PDB (25) atas kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap siswanya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengungkapkan, dari pengakuan korban, pelaku sudah melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut sebanyak 14 kali mulai November 2018 sampai Mei 2019. Perbuatantersebut dilakukan pelaku di kediamannya Jalan Hutan Lindung Tanjungpinang.

“Dari pengakuan korban, sudah 14 kali di cabuli. Tetapi dari pengakuan pelaku sudah tidak ingat lagi,”ujar AKP Efendri Ali, saat melakukan press rillis di Mapolres Tanjungpinang, Senin(12/8/2019) kemarin.

Untuk melancarkan aksi bejatnya, lanjut Alie, awalnya pelaku mengiming-imingi korban dengan memberikan nilai bagus. Namun, sembari melakukan tindakan asusila pelaku kerap merekamnya agar dapat mengancam korban untuk melakukan perbuatannya kembali.

“Diketahui video asusila itu direkam dengan menggunakan telepon genggam, selanjutnya disimpan dalam laptop. Video dijadikan alat untuk memuluskan aksinya lagi dengan ancaman akan disebarkan,”ungkapnya.

Atas perbutanya, saat ini oknum guru bejat tersebut telah dilakukan penahanan oleh Polisi, pelaku dijerat dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman 7 Tahun penjara. (Presmedia)

Comments
Loading...