Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

BC Tidak Bisa Penuhi P19, Kajari Bintan Kembalikan Berkas dan Coret SPDP Kasus Penyeludupan Bos Dope

 

Haryadi Tan Alias Ahi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Dua kasus dugaan penyeludupan barang-barang sembako dan alat material lainya, Hingga saat ini “Mengendap” di penyidik Penindakan dan Penegahan (P2), Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Tanjungpinang.

Kepala Kejaksaan Negeri Bintan Sigit Wibowo, mengatakan sebelumnya Berkas perkara kasus Pabean atas nama tersangka Mulyadi Tan alias Ahi dan Yusmin Lius itu, sempat dilimpahkan Penyidik Bea dan Cukai ke Kejaksaan negeri Bintan.

Tetapi dalam Berkas Perkara penyidikan, masih ada sejumlah kekurangan, yang ditindak lanjuti dengan P18 dan P19 dengan Petunjuk, hingga 90 hari tak kunjung dipenuhi Penyidik Bea dan Cukai Tanjungpinang, demikian juga berkas perkara juga tidam dilimpahkan.

“Karena petunjuk dan berkas perkara tak kunjung dilimpahkan Penyidik. Hingga sesuai dengan SOP Kejaksaan, Maka SPDP kami kembalikan dan perkara kasus tersebut kami coret dari register Perkara Kejaksaan,” ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Disinggung dengan adanya issu Kejaksaan, diinformasikan dekat dengan tersangka, hingga sengaja membuat petunjuk yang tidak mungkin delipenuhi penyidik BC atas kasus tersebut, Sigit Wibowo membantahnya.

“Tidak ada itu, kami sesuai dengan KUHP aja, serta SOP penanganan perkara di Kejaksaan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, memanggil dan memeriksa saksi pembawa dari barang-barang yang diduga Illegal dan melanggar UU Pabean tersebut, merupakan suatu pemenuhan unsur materil dan formil dalam, dalam sebuah perkara.

Sigit juga mengakui, bahwa orang atau saksi yang diminta diperiksa pada petunjuk P19 Jaksanya, adalah Oknum TNI-AL sebagai orang yang diduga membawa barang tersebut.

“Tetapi kesaksianya juga sangat dibutuhkan untuk pembuktian pasal dan dakwaan di persidangan,”ujarnya.

Dengan dikembalikannya, berkas perkara dan SPDP, serta dicoretnya dafatar permara tersebut di register perkara Kejaksaan, Pihak kejaksaan menyatakan, tinggal menunggu SPDP dan Berkas perkara lanjutan dari kasus Pabean itu.

“Kami sifatnya menunggu, kalau Penyidik BC mau melimpahkan lagi kami proses,”ujarnya.

Sebelumnya, Seksi P2 Bea dan Cukai (BC) Tipe Madiyan Tanjungpinang, mengamakan sejumlah Lorry dan barang di pelabuhan Gentong Tanjung Uban, beberapa bulan lalu.

Dari penyidikan yang dilakukan, sejumlah barang muatan jenis sembako dan barang material lain, yang dibawa supir Lorry dari kawasan FTZ Batam saat itu, diduga illegal dan tidak memiliki dokumen Pabean dari kawasan FTZ Batam.

Sayangnya, dari 5 tersangka yang sebelumnya ditetapkan Penyidik P2 Bea dan Cukai, hanya 3 berkas perkara yang sampai dan dilimpahkan Kejaksaan Negeri Bintan ke PN Tanjungpinang, dengan sangkaan melanggar pasal 102 huruf f undang – undang nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 17 tahun 2006.

Sedangan dua permara atas nama Muliyadi Tan alias Ahi dengan nomor SPDP, nomor PDP-03/WBC 04/KPP. MP. 02/PPNS/2018, dikembalikan ke penyidik Bea dan Cukai, demikian juga SPDP nomor PDP-04/WBC 04/KPP. MP. 02/PPNS/2018 dengan tersangka Yusmin Lius bersama barang bukti satu unit mobil dan aksesori handphone, juga dikembalikan ke penyidik Bea dam Cukai.(Presmedia)

Comments
Loading...