Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPU Minta Tambah Dana Pilkada 2020, Pemrov Kepri Lihat Kekuatan Keuangan

KPU Kepri dan Plt.Gubernur saat melalukan pembahasan anggaran.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Komisi Pemiliha Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau, mengusulkan penambaham anggaran pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang, Dari Rp.76 miliar sebelumnya diusulkan menjadi Rp.89 Milliar.

Ketua KPU Kepri, Sriwati menyatakan, penambahan alokasi anggaran itu didasarkan pada aturan KPU RI, untuk pembiayaan badan Ad Hock Pemilu yang akan dibentuk.

“Dengan penambahan badan Ad Hock ini, maka akan membebani gaji sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) serta pebayaran dana BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,”ujar Sri Wati usai melakukan pertemuan dengan Plt.Gubernur Kepri, Jumat (16/8/2019).

Atas penambahan badan ad hock ini lanjut Sri, alokasi anggaran yang sebelumnya susah diajukan KPU Kepri, ada perubahan berupa penambahan alokasi anggaran yang diusulkan KPU kepada Pemprov Kepri.

“Memang awalnya kami mengusulkan Rp76 miliar, tapi dalam perkembangannya ada beberapa perubahan berupa tambahan anggaran lagi,” katanya,

Menurutnya, selama ini badan ad hock pemilu yang meliputi PPK, PPS dan KPPS menerima gaji dibawah UMP dan tidak mendapatkan jaminan sosial BPJS. Oleh karena itu, untuk Pilkada serentak kali ini, KPU RI mengambil kebijakan agar dapat memperhatikan kesejahteraan badan ad hock pemilu.

Kendati demikia, lanjut Sriwati, pihaknya tetap harus membahas persoalan ini bersama pihak Pemprov Kepri.

“Kalau pemprov misalnya hanya sanggup anggaran dibawah usulan kami seperti Rp 80 miliar, ya kita sesuaikan pula kebutuhannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Kepri, Isdianto menyambut baik usulan KPU mengenai UMP dan jaminan sosial BPJS untuk badan ad hoc pemilu. Kendati demikian dirinya mengaku belum bisa menjanjikan anggaran senilai Rp89 miliar itu terealisasi sepenuhnya.

“Kami lihat dulu kekuatan keuangan daerah, yang jelas tetapdiperhatikan,”imbuhnya. (Presmedia)

Comments
Loading...