Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polres Bintan Baru Ajukan Izin Penyitaan 8 BB Tambang Pasir Illegal ke PN Tanjungpinang

Kapolres Bintan AKBP.Bambang Sugihartono saat menertibkan dan merazia sejumlah lokasi Tambang Pasir Illegal di Bintan.

PRESMEDIA.ID,Bintan- Tetapkan satu tersangka tambang pasir illegal, Polres Bintan baru mengajukan izin penyitaan 8 buah barang-bukti (BB) dari tersangka Bh ke Pengadilan negeri (PN) Tanjungpinang.

Sementara untuk sejumlah barang-bukti lainya, seperti mesin pompa penyedot pasir, selang dan bahkan satu escavator di kawasan Nikoi dan daerah lainya hingga saat ini belum diterima Pengadilan.

Humas PN Tanjungpinang Eduard mengatakan, dari data izin penyitaan yang diajukan penyidik Reskrim Polres Bintan ke Pengadilan, hingga saat ini baru pengajuan izin penyitaan barang bukti atas nama tersangka Bh yang diajukan.

Pada permohonan izin itu, yang diajukan Penyidik Polres untuk disita sebagai barang bukti adalah, satu mesin penyedot pasir, Satu Mesin penyedot Air, Sekop, Selang, saringan pasir dan pasir sebanyak 1.817 meter Kubik.

Eduard menambahkan, permohonan izin penyitaan barang-bukti kasus tambang pasir llegal atas nama tersangka Bh itu, diterima PN Tanjungpinang dari penyidik Reskrim Polres Bintan pada Kamis (6/8/2020).

“Pengajuan izin penyitaannya kami terima baru hari ini atas nama terangka Bh dari Polres Bintan,”ujar Eduard pada PRESMEDIA.ID di PN Tanjungpinang Kamis (6/8/2020).

Atas permohonan itu lanjut Eduard, PN Tanjungpinang telah melakukan proses dan mengeluarkan izin penetapan penyitaan Pengadilan terhadap Barang bukti yang diajukan penyidik Reskrim Polres Bintan tersebut.

“Untuk tersangka dan barang bukti lain belum ada,”sebutnya.

Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Bintan AKP.Agus Hasanudin juga membenarkan baru menetapkan 1 tersangka dalam dugaan tambang pasir ilegal di Bintan itu.

Izin penyitaan barang bukti yang diajukan ke Pengadilan, adalah barang bukti yang berkaitan dengan tersangka Bh tersebut.

“Untuk barang bukti lain, saat ini masih kami amankan dalam proses penyelidikan dan penyidikan,”ujarnya.

Sebelumnya,Polres Tanjungpinang yang di pimpin lansung Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono, melakukan razia dan penertiban sejumlah lokasi tambang pasir ilegal di Bintan.

Adapun sejumlah lokasi tambang pasir illgeal yang dirazia dan ditertibkan berada di wilayah Malang Rapat, Nikoi dan Galang Batang Kabupaten Bintan.

Penertiban dan penutupan dilakukan Polres Bintan bersama jajarannya serta TNI, Dinas Lingkungan hidup (DLH), satpol PP dan ESDM terhadap sejumlah tambang pasir Ilegal di Bintan pada Selasa (28/07/2020) lalu.

Dari penertiban itu, Polres Bintan juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat berat, mesin serta selang dan barang lainya, yang digunakan sejumlah pelaku penambangan pasir illegal mengeruk pasir secara illegal di Bintan.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...