Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Kuasa Hukum Anak Korban Pencabulan, Pertanyakan Kinerja P2TP2A Kepri 

Kuasa Hukum anak korban pencabulan, Muhammad Faisal SH.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kuasa Hukum anak korban pencabulan, Muhammad Faisal mempertanyakan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2TP2A) Kepri. 

Pasalnya, kendati sudah melakukan asassmen dan pendampingan melalui analisis fisikologis pada Bunga (9), anak korban pencabulan di kecamatan Jemaja, Kabupaten Anambas, Namun P2TP2A Kepri sampai saat ini tidak mau memberikan hasil asesmen fisikologis korban pada Kuasa Hukumnya itu. 

“Berdasarkan Undang-Undang Advokat pasal 17,dalam menjalankan profesinya Advokat berhak memperoleh informasi, data, dan dokumen lainnya untuk pembelaan kliennya,”tegas Faisal Sabtu (8/8/2020).

Faisal mengatakan, telah meminta dokumen itu untuk penanganan korban, tetapi P2TP2A Kepri beralasan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) dokumen tersebut tidak dapat diberikan harus mengajukan surat permintaan dokumen. 

“Tapi SOP yang mana coba di tunjukkan dulu, kita sudah juga menyurati tapi sampai sekarang tidak kunjung di berikan,”katanya. 

Faisal menyampaikan P2TP2A kepentinganya melindungi anak yang sama juga seperti kuasa hukum, ini malah dihambat. Mengenai hal itu dirinya akan  berkoordinasi dengan Ombusman karena sifatnya ini pelayanan. 

Kepala UPTD P2TP2A Kepri, Herman mengatakan untuk mengkonfirmasi hal ini kepada dirinya pada hari senin mendatang. 

“Oke hari senin jam 10.00 WIB,  datang saja ke kantor,”singkat Herman saat di konfirmasi PRESMEDIA.ID

Sebelumnya Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mengatakan akan melakukan monitoring dan pengawasan agar proses hukum kasus pencabulan anak itu berjalan sebagaimana mestinya dengan mengedepankan kepentingan anak.

Ketua KPPAD Kepri Eri Syahrial mengatakan, Pihak P2TP2 juga telah meminta keterangan dari orang tua korban yang menilai, bahwa sampai saat ini tidak ada keadilan. 

“Proses hukum dan hal-hal yang di tinjau kembali. Termasuk dalam penetapan tersangka terhadap pelaku yang tidak lain ayah kandungnya sendiri,”ujar Eri, Selasa (14/7/2020) lalu.

Ia menyampaikan dari kasus Ini pihaknya berkerjasama dengan P2TP2A Kepri, bahwa sudah dilakukan asesmen psikologis terhadap korban dan itu sudah berlangsung beberapa kali, hingga menguatkan apa yang sebenarnya terjadi.

Perlu diketahui bahwa anak-anak ini memiliki rasa trauma, takut dan sehingga perlu ketenangan, maka dari itu perlu hadirnya lembaga-lenbaga tidak hanya penyidik untuk membantu proses pengungkapan kasusnya.

“Hasilnya ada dugaan pelaku lain, sehingga kita meragukan hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian makanya perlu tindak lanjut. Jadi nanti akan ada gelar perkara di Polda Kepri yang mengahadirkan pihak terkait,”ucapnya.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...