Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tuntut Penempatan ke UNHCR Ratusan Imigran Korban Perang Kembali Demo di Tanjungpinang

Ratusan WNA korban perang pencari Suaka gelar aksi demo tuntut UNHCR kepastian penempatan mereka ke Negara ke tiga(Presmed5)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Ratusan Imigran pencari suaka asal Afganistan, Somalia, Sudan, Irak serta Yaman, kembali melakukan aksi demo di kantor perwakilan International Organization for Migration (IOM) Jalan Singkong Tanjungpinang, Senin,(19/8/2019).

Ratusan pencari suaka ini, terus menuntut kepastian penempatan mereka ke Negara ke tiga kepada United High Commissioner For Repugees (UNHCR) melalui IOM. Aksi unjung rasa ini merupakan, kelanjutan dari hari-hari yang lalu dengan tuntutan yang sama agar UNHCR segera mengirimkan mereka ke negara ketiga.

Sebagai mana yang dilakukan sebelumnya, ratusan imigran (pengungsi) ini kembali membawa spanduk yang bertulisakan, “Kami minta penempatan yang pasti karena kami sudah lelah dengan penantian yang tak kunjung pasti mohon pahami kami,”kata pengungsi itu dalam sapanduk demonya.

Tidak hanya itu, dalam prptesnya, para ikigran juga membentang spanduk dan pamplet bertuliskan “Give us a land in The World where we can live peacefully’; kemudaian ‘All we want is a peacefully’; fan ‘Human basic right is not Just staying alive with futere’; dan ada pula ‘Please Safe us dan We Got Mental Problems’.

David Hazara, salah satu pengungsi (Repugees) warga negara Afganistan mengatakan sejak tanggal 5 hingga 9 Agustus kemaren mereka setiap harinya melakan unjuk rasa, Namun hingga saat ini tidak ada respond dari UNHCR atas tuntutan mereka.

“Sampai saat ini, pihak UNHCR tidak memberikan solusi, tetapi mereka (UNHCR) meminta imigran untuk tidak melakukan unjuk rasa kembali,”sebutnya David pada media.

IOM lanjut David, juga mengatakan pada pengungsi agar tidak melakukan aksi demo terus menerus karena akan dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.

“Tetapi kami tetap minta solusi dan respon UNHCR. Kami tetap demo sampai kami mendapatkan kepastian untuk di tempat ke negera ke tiga,” jelasnya.

Ia menegaskan unjuk rasa ini tetap terus dilaksanakan, kendati para imigrasi memiliki keterbatasan biaya. Demo menuntut kejelas penanganan Imigran korban perang ini dikatakan David juga dilaksanakan seluruh imigran yang ada di Indonesia, baik di Batam, Pekanbaru, Bali, Kalimantan dan daerah lainya.

Sementara itu, pihak United High Commissioner For Repugees (UNHCR) yang meminta para Pengungsi agar tidak menerus unjuk rasa, juga tidak memberikan jawaban solusi atas tuntutan warga pencari suaka tersebut.(Presmed5)

Comments
Loading...