Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Pemprov Perketat Pengawasan TKA China, Warga Dihimbau Tak Khawatir

Pekerja Asing TKA China.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri akan memperketat pengawasan pada ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang baru datang dan bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Galang Batang, Kabupaten Bintan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kepri,Abdul Bar mengatakan, untuk mengawasi TKA itu, pihaknya juga telah membentuk tim terpadu. Hal tersebut sebagai upaya antisipatif mencegah masuknya TKA ilegal ke Indonesia, khususnya di Bintan.

“Tim terpadu ini nantinya rutin mendata keberadaan TKA di PT BAI iti,”ujarnya, Senin (10/8/2020).

Ia menjelaskan, 325 TKA China yang baru masuk dan bekerja di PT BAI itu sudah memenuhi syarat berupa kelengkapan dokumen keimigrasian untuk bekerja di Bintan. 

Selain itu, para pekerja asal negara tirai bambu tersebut, juga telah mengantongi izin Rencana Pengunaan TKA (RPTKA) dari Kementerian terkait.

“Untuk izin Alhamdulillah lengkap, bahkan seminggu sebelum kedatangan, kami bersama Disnaker Bintan dan PT BAI sudah menggelar rapat menyangkut kedatangan para TKA ini,”ungkapnya.

Abdul Bar menambahkan, para TKA itu dikontrak selama enam bulan hingga setahun untuk menyelesaikan proyek konstruksi PT BAI. Dalam proses pengerjaan, pihak perusahaan juga turut mempekerjakan sekitar 900 tenaga kerja lokal guna mendampingi TKA China. 

Menurutnya, keberadaan TKA ini memang dibutuhkan PT BAI, karena ada beberapa produk, misalnya mesin yang dibeli dari China. tentu dalam pengoperasiannya butuh orang yang ahli, dan dalam perjalanan nanti diharapkan dapat diambil alih oleh pekerja lokal.

“Bukan berarti tenaga kerja lokal tidak mampu, hanya saja TKA inikan lebih paham, tentu ilmunya dapat diserap oleh pekerja-pekerja kita, apalagi sebagian sudah dikirim ikut pelatihan tenaga kerja di China,” jelasnya.

Selain itu, Abdul Bar turut mengimbau agar warga tidak khawatir menyangkut kedatangan TKA China ke Bintan di tengah pandemi COVID-19. Hal itu dikarenakan para pekerja asing tersebut sudah membawa hasil tes swab negatif COVID-19 dari negaranya, bahkan sampai di Bintan langsung menjalani rapid rest dan swab.

“Mereka juga dikarantina selama 14 hari di wisma PT BAI dengan pengawasan ketat Satuan Gugus Tugas COVID-19. Kalau tidak ada gejala, baru boleh bekerja,” tegasnya.

Penulis : Ismail

Comments
Loading...