Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dua Ekor Dugong Ditemukan Mati dan Membusuk di Pantai Tanjungpinang

Seekor hewan Mamalia laut yang dilindungi Dugong (Dok)

PRESMEDIA.ID.Tanjungpinang- Dua ekor Dugong ditemukan tewas dan membusuk di pinggir Pantai Batu Hitam Kota Tanjungpinang, sekitar pukul 09.00 Wib,Senin(19/8/2019).† Sebelumnya, penemuaan bangkai hewan mamalia laut ini juga dialami warga dua hari sebelumnya yang juga dalam kondisi membusuk. Diduga dua ekor Dugong yang membusuk tersebut juga merupakan anak dari induk Dugong yang ditemukan warga mati dan membusuk sebelumnya.

Staf Kementrian Kelautan dan Perikanan di Tanjungpinang Sholihin mengatakan, Penemuan hewan Dugong itu, berawal ketika warga sekitar mencium bau busuk di sekitar bibir pantai. Akibat bau busuk dan tidak enak itu, kemudian warga merasa curiga dan melihat ada dua ekor bangkai Dugong dikawasan tepi laut serta dilaporkan ke pihak periakanan.

“Warga sekitar yang menemukan dan melapor, karena mencium bau busuk, selanjutnya warga melaporkan kejadian itu,”ujarnya,Senin,(19/8/2019).

Ia bercerita sebelum penemuan bangkai dugong itu, warga sekitar juga menemukan satu ekor dugong besar yang diduga induk dari dua anak Dugong yang mati dan membusuk tersebut.

Baca Juga

“Untuk penemuan yang pertama sudah di kubur, demikian juga penemuaan dua Dugong ini agar tidak menyebabkan bau busuk juga akan kita kuburkan,”sebutnya, dan mengaku belum mengetahui penyebeb kematian hewan tersebut.

Sebagai mana diketahui, Duyung atau dugong (Dugong dugon) adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup selain manatee dan mampu mencapai usia 22 sampai 25 tahun. Duyung bukanlah ikan karena menyusui anaknya dan masih merupakan kerabat evolusi dari gajah.

Dugong merupakan binatang yang dilindungi dalam tiga cakupan konvensi konservasi internasional tentang Keanekaragaman Hayati (CBD), Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES) dan Konvensi tentang Spesies Migrat Spesies Hewan Liar (Juga dikenal sebagai CMS atau Konvensi Bonn).(Presmed5)

Comments
Loading...