Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

UPT-P2TP2A Minta Kuasa Hukum Anak Korban Cabul Minta Assasmen ke Polda Kepri

Pendamping UPTD P2TP2A Kepri Lalu Ahmad Rodiat.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kepulauan Riau tetap tidak mau memberi hasil assessment psikologis korban anak dalam kasus Pencabulan di Jemaja kabupaten Anambas kepada Kuasa Hukum korban anak.

Pendamping UPTD P2TP2A Kepri Lalu Ahmad Rodiat mengatakan, hasil  assesmen psikologi anak yang langsung diperiksa oleh psikolog itu sudah diserahkan ke Polda Kepri untuk proses jalanya penyidikan perkara sampai di Kejaksaan maupun Pengadilan.

“Kami juga sudah sampaikan ke Kuasa Hukumnya, hasil assesmen itu tidak dapat diberikan, kalau beliau mau silahkan minta ke Penyidik Polda,”kata Lalu, Senin (10/8/2020).

Lalu juga memaparkan, langkah-langkah yang sudah di tempuh dan pelayanan yang di berikan kepada korban dan orang tuanya, diantaranya pada tanggal 6 Juli 2020 memberikan pelayanan psikolog kepada korban.

Kemudian tanggal 7 Juli 2020 kembali pelayanan psikolog korban, selanjutnya tanggal 9 Juli 2020 keluarga menyerahkan dokumen bukti – bubeserta potongan surat kabar berita pencabulan tersebut.

Selanjutnya tanggal 13 Juli 2020, pihaknya mendampingi Ibu korban  dan korban ke Mapolda Kepri, serta tanggal 14 Juli 2020 pelayanan kesehatan dan psikolog di klinik UPTD P2TP2A Kepri.

“Tanggal 16 Juli 2010 gelar perkara di Mapolda dan disanalah dibuka hasil psikologis anak tersebut disaksikan penyidik, pengacara dan kami,”ujarnya.

Kemudian 17 Juli 2020 lanjut dia, juga dilakukan visum di Batam, sehingga seluruh berkasnya sudah diserahkan semua  ke penyidik Polda Kepri sebagai lampiran untuk kepentingan penyidikan.

Sebelumnya Kuasa Hukum anak korban pencabulan, Muhammad Faisal mempertanyakan kinerja UPTD P2TP2A Kepri.

Pasalnya, kendati sudah melakukan asassmen dan pendampingan melalui analisis psikologis korban pencabulan sebut saja Bunga (9), Namun UPTD P2TP2A Kepri tidak mau memberikan hasil asesmen fisikologis korban pada Kuasa Hukumnya untuk pembelaan.

Kasus ini mencuat, akibat adanya dugaan kesalahan Penetapan tersangka, hingga korban dan orang tuanya tidak terima, penyidik Polsek Jemaja menetapkan ayah korban sebagai pelaku pencabulan.

Sementra dari pengakuan korban, terdapat pelaku lain yang mencabulinya beberapa kali sebelum Polisi menetapkan ayah kandungnya sebagai tersangka.

Penulis:Roland

Comments
Loading...