Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jembantan II Dompak Ternyata Tidak Memiliki Sertifikat Kelaikan

Hasil Rapat DPRD, PUPR dan Pusjatan Nihil

Rapat DPRD, PUPR dan Pusjatin Kementerian PUPR di Ruang Komisi III DPRD Kepri Tidak menghasilkan keputusan.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Komisi III bagian ekonomi pembangunan, DPRD Kepri, terlihat “kesal” atas kinerja dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepri dalam penanganan Jembatan II Dompak yang kondisi tiang penyanggahnya saat ini kropos dan memprihatnkan.

Setelah usai melaksanakan rapat di ruang Komisi III DPRD Kepri sejumlah Anggota DPRD Kepri telihat enggan dan irit bicara atas hasil yang diperoleh dalam penanganan Jembatan II Dompak kota Tanjungpinang itu.

“Belum ada kesimpulan, apa yang mau disampaiakan, langsung ke Ketua Komisi saja,”ujar anggota DPRD saat itu pada PRESMEDIA.ID,Senin,(19/8/2019).

Infromasi yang diperoleh Media, kendati PUPR saat itu membawa Tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), untuk melakukan evaluasi dan penelitian terhadap kondisi Jembatan, Namun ternyata, hingga saat ini tim tersebut belum turun melakukan evaluasi dan penelitiaan atas kondisi jembatan II Dompak tersebut.

Usai melaksanakan Rapat, Anggota DPRD Kepri Suryani mengatakan, hingga akhir rapat dengan Komisi III, belum ada hasil yang diperoleh dari evaluasi, penelitian dan pemantauan terhadap kondisi Jembatan II Dompak, karena pihak Pusjatan juga mengaku baru tiba di Tanjungpinang dan sama sekali belum turun makukan pemantaua dan evaluasi jembatan tersebut.

“Sampai pada akhir rapat tadi, belum ada kesimpulan. Dan kami meminta agar pada Senin pekan depan dilakukan rapat kembali, dengan hasil penelitian dan evaluasi yang dilakukan secara resmi,”ujarnya usai melakaankan rapat.

Selain belum bekerja, DPRD Kepri yang sebelumnya meminta PUPR mempertanyakan Setifikasi kelaikan jembatan dari Kontraktor pelaksana,ternyata hingga saat ini, juga belum didapatkan PUPR.

“Senin dilanjutkan kembali, menunggu hasil kajian dan evaluasi resmi dari Pusjatan,”ujar Suryani.

Ditempat yang sama Kepala Bidang (Kabid) Jasa Marga dinas PUPR Kepri Hendriza mengatakan, untuk menghasilkan kajian dan evaluasi dari kondisi Jembatan, perlu dilakukan kajian mendalam sebelum disimpulkan hingga, jangan sampai penanganan yang dilakukan secara darurat pada jembatan II Dompak itu, justeru tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kelangsungan Jembatan.

“Memang tim baru turun, dan belum melakukan kajian, Nanti kami akan rapat lagi dengan Dewan,”ujarnya.

Kajian mendalam terhadap kelangsungan jembatan, lanjut Hendriza, perlu dilakukan karena juga terkait dengan masalah anggaran pemeliharaan, kemudian masalah waktu pelaksanaan pembangunanya, karena secara aturan Permendagri, memang proyek fisik jarang dan tidak boleh dialokasikan mengingat masa waktu yang sangat mepet.

“Sejumlah hal tersebut nantinya akan kembali kami bicarakan setelah ada ada kajian mendalam dari Pusjatan Kementeriaan PUPR,”ujarnya.

Mengenai Sertifikasi kelaekan Jembatan, Hendriza juga mengakui, jika sampi saat ini data sertifikat tersebut tidak pernah diterima PUPR dari Kontraktor pelaksanaya.

“Sampai saat ini sertifikasu kelaekan itu kami di dinas PUPR tidak pernah meperoleh dari kontraktor pelaksananya,”ujar Hendriza.

Dinas PUPR sendiri juga mengakui, data bastek serta kontrak Jembatan II Dompak yang dilaksaanakan PT.Nindiya Karya, hingga saat ini tidak lengkap di Dinas PUPR Kepri.

“Data yang kita punya memang tidak lengkap, dan kami di PUPR juga sedang mengimventarisir seluruh data dan kontrak pembangunan jembatan ini,”ujarnya.(Presmedia)

Comments
Loading...